INIPASTI.COM, MAKASSAR – Siapa yang tidak kenal dengan ustaz kondang asal Pulau Sumatera, Ustaz Abdul Somad Lc MA. Dai yang selama ini memanfaatkan media khususnya sosial media untuk menyampaikan ajaran Islam. Sesekali ia pernah bercanda, “hanya orang yang tidak punya kuota yang tidak kenal dengan saya,” kelakarnya.
Namun tahukah Anda, dai kondang jebolan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini ternyata sejak kecil telah dididik oleh orangtuanya untuk menjadi seorang dai? Akan tetapi didikan orangtua khususnya ibunya, bukanlah mengajarkan ia menyampaikan tausiyah di depan umum. Bukan pula menyuruh Abdul Somad kecil untuk berceramah di hadapan sang ibunda.
Ternyata, cara mendidik sang ibu adalah dengan selalu menanyakan perihal ilmu agama apa yang telah ia dapatkan, terutama seusai Abdul Somad kecil pulang dari Shalat Jum’at.
“Dulu saya selalu disuruh ke masjid oleh emak (ibu,red) saya. Asal sudah adzan, saya diberi kain sarung. Sengaja saya dibelikan kain kecil, masih ingat waktu kecil, emak saya sengaja membelikan kain kecil, peci kecil, supaya rajin shalat berjamaah. Selesai shalat Jum’at, pulang, ditanya, ‘sini sebentar, apa kata khotib tadi?’ (ustaz Somad menirukan ibunya,red). Setiap selesai shalat Jum’at, emak saya selalu bertanya begitu. Di situlah saya pertama kali belajar ceramah. Saya tidak pernah kursus ceramah, tapi dari kecil saya sudah dibiasakan (dengan pertanyaan,red), apa kata Khotib tadi,” bebernya.
Berangkat dari situ, Ustaz Abdul Somad yang mengisi tablig Akbar di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kota Makassar ini pun mengaku bahwa dirinya tidak pernah merasa menceramahi orang. Ia mengaku bahwa dirinya tidaklah menggurui jemaah yang mendengarkan tausiyahnya. Namun, seperti Si Abdul Somad kecil, ia mengatakan bahwa hanya sekedar bercerita tentang ilmu yang telah ia dapatkan.
“Saya tidak pernah merasa menceramahi bapak-bapak ibu-ibu. Saya tidak merasa menceramahi bapak Kapolda, bapak angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, alim ulama, durhaka saya. Saya tidak pernah merasa menggurui, saya tidak pernah merasa menceramahi, saya hanya sedang bercerita seperti ibu saya dulu membiasakan saya dengan bertanya, ‘apa kata Khotib Jum’at tadi?’,” urai Dosen Bahasa Arab di UIN Sultan Syarif Kasim Riau ini.
Olehnya itu, pada tablig Akbar yang dihadiri langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Umar Septono, Ustaz Abdul Somad mengimbau agar para ibu tidak jera untuk menyuruh anaknya shalat berjamaah di masjid, khususnya membangunkan mereka shalat subuh.

Tak lupa, pada kesempatan yang dihadiri oleh ribuan warga Makassar yang berlangsung pada Senin, 26 Maret 2018 kemarin, Ustaz Abdul Somad memuji Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Ia mengaku kagum terhadap petinggi kepolisian tersebut berkat keistiqamahannya menjalankan ibadah, khususnya shalat berjamaah.
“Kalau ada yang melihat, kenapa Ustaz Abdul Somad tidak pernah se-semangat ini? Siapa yang tidak semangat, Abdul Somad yang tidak ada pistol saja, yang punya pistol besi, yang punya bintang, shalat berjamaah di masjid. Allahu Akbar!!!,” serunya.
Ustaz kelahiran 18 Mei 1977 ini memang tampak menggebu-gebu dalam menyampaikan dakwahnya malam itu. Padahal ia baru saja tiba dari Kota Kelahiran Mantan Presiden BJ Habibie. Ia baru mengisi ceramah pada Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Kota Parepare. Baca : Ustadz Somad ‘Bicara Politik’ di Parepare
Diketahui, dari berbagai sumber yang dikumpulkan oleh tim inipasti.com, sosok yang mengaku mengagumi Syekh Yusuf Al-Makassari ini memang disekolahkan di sekolah tahfiz yakni, di SD Washliyah Medan. Tamat di SD tersebut pada tahun 1990, ia melanjutkan pendidikan ke pesantren dan madrasah aliyah di Sumatera Utara, provinsi kelahirannya. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. (Sule)










