INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dalam kondisi depresi membuat Firman nekat menghabisi nyawanya sendiri, dengan mencoba untuk bunuh diri dua kali, yakni cara menghantam pembatas Jembatan Fly Over maupun dengan cara melompat dari atas jembatan Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (20/7/2017).
Pria yang berusia 27 tahun itu, yang telah memiliki satu buah hati ini mengalami Depresi berat lantaran ditinggalkan istrinya, untungnya Tuhan masih berkehendak lain nyawanya masih dapat terselamatkan.
Kejadian ini, bermula saat Firman berkendara menggunakan motor Honda Beat warna Hijau datang dari arah Karebosi dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak pembatas jembatan untuk terjun bebas bersama motornya dengan percobaan bunuh diri yang kali pertamanya.
“Melihat ada yang tak beres dari atas polisi yang bertugas dibawah dengan cepat menuju ke atas jembatan,”ujar Brigpol Jumhair anggota sat lantas Polrestabes Makassar.
Akan tetapi, ia malah tersandung pembatas jembatan hingga aksi percobaan bunuh diri pertama gagal. Namun tak berhenti sampai disitu saja, ia kemudian mencoba aksi kedua dengan berlari kemudian melompat, tapi lagi – lagi gagal, lantaran warga bersama aparat kepolisian yang berjaga disekitar TKP dengan cepat menarik salah satu bagian tubuhnya.
“Prihatin dengan keadaannya, kita kemudian berinisiatif membawanya ke Polsek Panakkukang guna mendapatkan ketenangan dan keterangan,” tambahnya.
Firman pun menceritakan sedikit kisah pilunya hingga ia hendak mengakhiri nyawanya sendiri saat curhat di Mako Polsek Panakkukang, Firman yang merupakan warga Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, kota Makassar yang sehari – hari bekerja sebagai karyawan tukang sampah Tangkasa Pemkot Makassar.
“Saya frustasi dengan masalah keluarga, istri dan anak saya pulang ke rumah orang tuanya di Jl Urip Sumoharjo, kami bertengkar dua hari lalu dan sepertinya dia tidak mau lagi ikut bersama saya,” curhatnya.
Ia pun menjelaskan jika dirinya bertengkar lantaran faktor kecemburuan, dimana Firman pernah kedapatan bersama wanita lain, namun kata dia itu hanya kesalahpahaman saja. Pasalnya wanita yang dimaksud hanyalah temannya waktu masih sekolah dulu.
“Mana mungkin ada wanita lain yang mau sama saya yang hanya bekerja sebagai tukang sampah, nah yang lebih parahnya lagi tadi malam saya dipecat oleh bos saya yang tak lain adalah keluarga dari istri saya,” jelasnya.
Paginya, Firman sempat kerumah mertuanya untuk memperbaiki keadaan, tapi malah seakan diusir dari sang istri yang diketahui bernama Tarmi (28), tak kuasa menahan beban ia pun menghantamkan dirinya ke pagar rumah hingga mengalami luka dibbeberapa bagian tubuhnya.
“Saya pikir dia sudah merasa baikkan, tapi pas saya gendong anak saya dia malah marah tanpa henti, itulah yang membuat saya seperti tak sadarkan diri,” tuturnya.
Pihak kepolisian juga sudah mencoba menghubungi pihak keluarga namun belum mendapat konfirmasi.
“Beginilah kalau keluarga mencampuri urusan rumah tangga anaknya, sampai sekarang istri saya belum juga datang,” tutup Firman.
(Ahadri/Inipasti)










