INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pertumbuhan ekonomi secara global pada tahun 2016 sedikit melambat. Bahkan pada Triwulan III, pertumbuhan ekonomi Sulsel mengalami penurunan cukup signifikan dari 8,02 persen menjadi 6,82 persen. Pada tahun 2017 Pemprov Sulsel optimis, pertumbuhan ekonomi akan membaik, indikatornya ekspor kembali bergairah dan mulainya proyek Kereta Api.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi 2017 akan bergairah. Pembangunan rel kereta api dengan anggaran sekitar Rp5 triliun bisa menjadi pemicu ekonomi Sulsel, termasuk dengan ekspor yang kembali bergairah dengan adanya perbaikan ekonomi secara global.
Agus mengatakan, di tingkat nasional terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di Triwulan III. Agar bisa tetap stabil, lanjut Agus, diperlukan berbagai langkah strategis. Salah satu cara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mempercepat anggaran yang telah terprogram.
“Saya sempat cek, sejauh ini di level operasional tetap jalan. Tadi juga cek berapa anggaran yang sudah cair, sudah 74,2 persen. On proses sampai Desember, bisa di kisaran 95 persen. Saya pantau terus, terutama Triwulan IV sudah jalan tapi harus diukur juga,” kata Agus, ditemui, Selasa (6/12).
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pesimis pertumbuhan ekonomi Sulsel bisa berada di angka 7,6 persen hingga 8 persen di tahun 2017. Meskipun dapat dicapai, tetapi persyaratannya sangat berat.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wiwiek Sisto Hidayat mengatakan, kondisi ekonomi sangat dipengaruhi ekonomi global. Terutama di Amerika Serikat, ketika terpilihnya Donald Trump, kebijakan perekonomian berubah. Sementara di Eropa, terutama akibat dampak brexit, mengakibatkan perkembangan perekonomian dunia belum terlalu menggembirakan untuk bisa mensupport perekonomian.
“Di sisi domestik, kita sadar bahwa ekonomi kita tumbuh dengan baik di Triwulan II yang lalu, tetapi kita juga masih menghadapi beberapa hambatan terutama dari sisi standing dari pemerintah terkait APBN dan juga beberapa sektor ekonomi yang juga masih mengalami kendala di 2016,” kata Wiwiek.
Wiwiek menambahkan, ekonomi Sulsel tumbuh di atas rata-rata pada sepuluh tahun terakhir. Meskipun di Triwulan III, agak sedikit menurun menjadi 6,82 persen dari Triwulan II yang mencapai 8,02 persen. (*)
Baca juga :SYL: Infrastruktur Baik, Ekonomi Rakyat Baik
//










