INIPASTI.COM, MALILI – Masih dalam suasana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXX tingkat Provinsi Sulsel. Di mana seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Sulsel dan nasyarakat Luwu Timur (Lutim) bukan saja disuguhkan dengan lantunan ayat-ayat Suci Alquran. Akan tetapi, mata para pengunjung juga dimanjakan dengan fasilitas pameran pembangunan.
Panitia lokal -dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Lutim selama pelaksanaan MTQ (1-7 April 2018)- menyiapkan fasilitas secara gratis berupa beberapa stan pameran bagi seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Stan-stan tersebut sebagai sarana promosi wisata dan produk, mulai dari produk kerajinan sampai kuliner khas tiap daerah.
Sejak dibuka saat malam pembukaan perhelatan MTQ, lokasi pameran yang berada di City Centre Kota Malili -tepat dibelakang lokasi Panggung Utama MTQ- sudah mulai diserbu pengunjung sampai hari ke 4 saat ini. (Rabu, 4 April 2018), tercatat sudah puluhan ribu masyarakat berkunjung ke stan pameran itu.
Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel Abd Wahid Thahir di malam ke 4 berkesempatan berkunjung ke sejumlah stan pameran yang didominasi pelaksananya oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel. Ia melihat secara langsung sejumlah produk dan kerajinan khas yang dipamerkan didampingi oleh ibu Ketua DWP Kanwil serta oleh sebagian besar Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel.
Suasana keakraban dan persahabatan tampak semakin kental dan terasa semakin melengkapi moment saat Kakanwil dan pejabatnya duduk santai. Mereka ngobrol lepas di samping stan kemenag Kabupaten Tana Toraja dan disuguhi Minuman ‘Kotor’.
Namun, jangan salah paham dulu, Minuman ‘Kotor’ yang dimaksud adalah singkatan dari Kopi Toraja. Istilah ini menjadi viral diperbincangkan di pameran, selain karena Kopi Toraja sudah terkenal secara Nasional bahkan internasional dengan kelezatan rasa dan aromanya yang khas, stan Kemenag Tana Toraja juga menjadikan Kopi Toraja dalam bentuk kemasan sebagai salah satu produk yang dipamerkan dan diperjualbelikan, dan laris manis.
“Minuman ‘Kotor’ ini sudah terkenal secara nasional dan internasional akan kelezatan rasa dan aromanya yang khas. Olehnya, di stand Kemenag Tanah Toraja kami pamerkan dalam bentuk kemasan, dan diperjuala belikan. Dan Alhamdulillah, laris manis,” ujar Kakaankemenag Tator H Muhammad.
Kakanwil merasa berbangga menyaksikan seluruh Kemenag kabupaten/kota sangat antusias dalam turut berpartisipasi meramaikan dan mensukseskan Event MTQ ke XXX. Meskipun, kata dia, pelaksanaanya digelar di daerah paling ujung Timur Sulawesi Selatan yang dikenal dengan julukan Indonesia Mini ini.
“Semoga semangat kebersamaan dan kekompakan ini bisa terus terpelihara dengan baik, agar bisa menjadikan Kementerian Agama sebagai instansi yang memang patut dijadikan teladan di tengah umat dan di mana pun berada, harap Wahid Thahir. (*)










