INIPASTI.COM, MAKALE – Pluralitas dan heterogenitas adalah sebuah keniscayaan di alam demokrasi dan Bhineka Tunggal Ika adalah perwujudan dan keberagaman itu. Walau kita berbeda-beda tetapi tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abd Wahid Tahir saat berkunjung ke Kabupaten Tana Toraja. Ia mengaku bangga dan mengapresiasi Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae yang bersedia menerima dan selalu bersinergi dengan Kanwil Kemenag Sulsel.
“Saya bangga dan terharu, di Kabupaten yang penduduknya mayoritas Kristen ini, ternyata umat muslim juga diberi ruang dan tempat yang sama bagi pemeluk agama Kristen yang mayoritas di Toraja. Sehingga sangatlah wajar jikalau Tana Toraja ini disebut sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh tim inipasti.com, Minggu, (29/1/2017).
Wahid Thahir menyebut Tana Toraja sebagai Laboratorium Kerukunan oleh karena penduduknya yang berbeda suku dan agama tetapi tetap bisa hidup rukun berdampingan. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat Tana Toraja saling menghargai dalam kebebasan menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan. “Ini sungguh luar biasa”, puji Kakanwil Kemenag Sulsel tersebut.
Pujian itu keluar dari lisan Wahid Thahir dimana sebelumnya pada Jum’at 27 Januari ia menghadiri acara Temu Tokoh Lintas Agama dan Ramah Tamah HAB Ke-71 di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja. Pada kesempatan tersebut, ia pun membawakan sambutan dengan mengutip pernyataan Menteri Agama di awal sambutannya.
“Pelangi tampak indah dan kemilau karena perpaduan aneka ragam warna. Kain tenun tampak indah karena sulaman dan rajutan berbagai warna benang,” demikian ia mengutip quote dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang juga menggambarkan suasana di Kabupaten Tana Toraja.
Wahid Tahrir bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Tana Toraja yang bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama yang menurutnya secara kelembagaan, institusi ini adalah instansi vertikal. Kunjungan Wahid Thahir ke Tana Toraja, selain untuk Temu Tokoh, ia juga berkunjung ke kantor baru Kemenag Kabupaten Tana Toraja. Ia menganggap bahwa dengan hadirnya kantor tersebut diharapkan mampu membantu Pemda setempat.
“Hadirnya Kantor Kementerian Agama di daerah-daerah tupoksinya tidak lain adalah untuk membantu Pemerintah Daerah dalam bidang keagamaan. Olehnya itu koordinasi dan sinergitas oleh kedua lembaga ini sangat dibutuhkan demi terciptanya keamanan, kedamaian, kesejahteraan serta untuk memberi jaminan atas pendidikan agama dan kualitas beribadah masyarakat Toraja khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya,” tutupnya.










