INIPASTI.COM, Jakarta – Dunia bulutangkis Indonesia kembali menjadi sorotan dengan keikutsertaan sejumlah wakil di Taipei Open 2025, turnamen BWF World Tour Super 300 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, mulai 15 April 2025. Turnamen ini menandai debut pasangan baru Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum di sektor ganda putri dan Verrell Yustin Mulia/Lisa Ayu Kusumawati di sektor ganda campuran, yang diharapkan membawa angin segar bagi skuad Merah Putih.
Apriyani/Febi, yang baru dipasangkan setelah Apriyani berpisah dari Siti Fadia Silva Ramadhanti, akan memulai perjuangan mereka melawan pasangan tuan rumah di babak pertama. “Saya sempat nervous karena ini pertama kali main bareng Apri, tapi sekarang kami semakin kompak,” ujar Febi dalam wawancara dengan PBSI, Minggu (20/4/2025). Sementara itu, Verrell/Lisa, yang juga baru terbentuk, akan menghadapi tantangan berat dari pasangan unggulan Taiwan.
Selain duo debutan, wakil Indonesia lainnya seperti ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan tunggal putra Jonatan Christie juga turun bertanding. Fajar/Rian, yang baru saja menembus perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2025, diharapkan kembali menunjukkan performa solid setelah mengalahkan wakil Thailand di turnamen sebelumnya. Jonatan Christie, meski sempat membuat heboh dengan sinyal misterius tentang kemungkinan pensiun atau keluar dari Pelatnas, tetap menjadi andalan di sektor tunggal putra.
Namun, hasil BAC 2025 di Ningbo, Tiongkok, pekan lalu menunjukkan rapor kurang memuaskan bagi Indonesia. Dari 12 wakil yang turun, hanya tiga pasangan yang mencapai perempat final: Fajar/Rian, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan ganda putri Ana/Tiwi. Gregoria Mariska Tunjung dan Chico Aura Dwi Wardoyo tersingkir di babak 16 besar, sementara tunggal putra muda Alwi Farhan kalah dari Kenta Nishimoto (Jepang). “Kami harus lebih terbuka dalam evaluasi. Hasil ini jadi pelajaran besar,” kata Wamenpora Taufik Hidayat, menyoroti sikap beberapa atlet yang dinilai kurang responsif terhadap kritik.
Di sisi lain, PBSI tengah memperketat seleksi pemain di Pelatnas Cipayung. Sistem promosi dan degradasi yang baru memungkinkan pemain didepak kapan saja untuk mempercepat regenerasi. “Kami ingin beri kesempatan lebih banyak untuk atlet muda berbakat,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Ricky Soebagja.
Kontroversi juga sempat mencuat di ajang Sirnas B Kepri 2025, di mana seorang pemain PB Exist diduga melakukan tindakan tidak sportif dengan menyembunyikan tangan saat memukul shuttlecock. Video viral di media sosial memicu debat sengit, dengan Badminton World Federation (BWF) disebut tengah meninjau insiden tersebut untuk kemungkinan sanksi.
Taipei Open 2025 akan disiarkan langsung melalui Vidio dan kanal YouTube resmi BWF. Penggemar bulutangkis Indonesia berharap wakil Merah Putih mampu mengulang sukses seperti saat merebut Piala Thomas 2021 atau tradisi juara di All England. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Fajar Alfian, mewakili rekan-rekannya.
Penulis: Tim Olahraga INIPASTI.COM
Tanggal: 21 April 2025










