INIPASTI.COM, MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai produksi sampah masih membanjiri di wilayak kota Makassar dengan mencapai 1500 ton sampah perharinya.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Advokasi Walhi Sulsel Muhammad Al Amin saat ditemui Inipasti.com usai memaparkan diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 yang digelar Komunitas Pemuda Pemerhati Sosial dan Lingkungan (KOPSLING) Sulsel, Selasa (21/2/2017).
“Saya kita itu sampai menjadi masalah yang besar di kota ini mencapai 1500 ton sampah per harinya,”ujarnya.
Ia pun juga melihat bahwa fakta yang ditemukannya masih banyak selokan maupun kanal pembuangan di kota ini dipenuhi sampah-sampah yang akan memicu bencana banjir.
“Melihat dari faktanya yang masih banyak sampah di sekitar pembuangan atau got-got, saya kira salah satu hal yang harus diperhatikan pemkot bagaimana mengurangi dan menghilangkan sampah-sampah yang ada di got ataupun kali tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, ia menambahkan bahwa masalah tersebut bukan hanya sekedar merancang program kebijakan yang dibuat pemerintah kota akan tetapi harus melihat dan berfikir bagaimana upaya menimalisir sampah tersebut.
“Pemkot harus melihat dan memastikan langsung serta mengevaluasi setiap saat bagaimana pengendalian sampah tersebut agar masyarakat turut menimalisir sampah tersebut di kompleks, kelurahan, maupun kecamatan, karena percuma kalau ada kebijakan dibuat tanpa diaplikasikan di lapangan,” tukasnya.










