INIPASTI.COM, JAKARTA-Penyakit mengerikan berawal dari peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemia. Penyebabnya adalah perubahan pola makan ke arah konsumsi tinggi lemak.
Penderita hiperkolesterolemia di Indonesia semakin meningkat. sekitar 2.5 persen atau 250 ribu jiwa menderita hiperkilesterolemi. Bila tidak ditangani, kolesterol dapat menumpuk serta mempersempit pembuluh darah. Akibatnya, penderita berisiko terserang penyakit jantung koroner dan stroke.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia. Di Indonesia penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa (usia di atas 35 tahun) untuk wilayah perkotaan atau sekitar 31 % dari total penyebab kematian.
Pencegahan peningkatan kadar kolesterol darah mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat. Pencegahan hiperlipidemia secara gizi dilakukan dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, kolesterol, gula, alkohol dan memperbanyak konsumsi serat pangan.
Salah satu pencegahan yang terbilang efektif adalah konsumsi yogurt secara rutin. Yogurt adalah makanan hasil fermentasi yang bermanfaat sebagai probiotik. Perlu diketahui, menurut beberapa peneliti mengatakan bahwa pangan probiotik berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah.
Kacang-kacangan juga berpotensi sebagai bahan pembuatan yogurt. Biji Kecipir merupakan komoditi polong polongan memiliki potensi menjadi bahan baku utama pembuatan yogurt yang menjanjikan. Bijinya memiliki kadar protein yang hampir sama dengan kedelai.
Namun, peneliti masih berusaha menghilangkan bau langunya lebih tajam.
Penelitian diarahkan untuk memanfaatkan biji kecipir sebagai bahan baku yogurt, namun berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui susu kecipir yang dihasilkan berbangu langu.
Yogurt dari kacang-kacangan kemungkinan lebih baik dari susu hewani.
Biji kecipir merupakan sumber protein nabati yang berpotensi sebagai bahan baku yogurt, karena berkadar protein tinggi (32,8 %) setara dengan kadar protein kedelai (35,1 %) . Rasio arginin-lisin protein kecipir juga hampir sama dengan protein kedelai.
Penelitian diarahkan untuk memanfaatkan biji kecipir sebagai bahan baku yogurt, namun berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui susu kecipir yang dihasilkan berbangu langu.
Hasil penelitian Tjitjah Aisyah dan Abun, Fakultas Peternakan, Universitas Pajajaran, menyimpulkan perubahan lipida darah sesudah pemberian pakan yogurt yaitu total kolesterol turun hingga 38 %. Hal tersebut mengindikasikan bahwa yogurt isolat protein biji kecipir mampu menurunkan kolesterol.










