INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap jaringan perdagangan manusia (Human Trafficking) bermodus prostitusi online di kota Makassar dengan tarif hingga Rp3,5 juta sekali kencan (short time).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sulsel mengatakan para Pekerja Seks Komersial (PSK) ini memasang tarif mulai Rp1 Juta hingga Rp3,5 juta dalam satu kali transaksi.
“Para PSK biasanya dibayar oleh pelanggan sekitar Rp1,5 – 2 juta, bahkan ada Rp. 3,5 juta untuk short time dan dibagi 30 persen hasilnya pada mucikarinya,” ungkap Dicky, Selasa (25/7/2017).
Menurut Dicky, PSK tersebut itu dari berbagai pekerjaan beragam, ada sebagai karyawan swasta, wiraswasta, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.
“Jadi mereka kadang kerja kadang tidak, tunggu panggilan saja dari mucikarinya,” tambahnya.
Tak hanya tarifnya yang mahal, para PSK tersebut biasanya melayani lelaki hidung belang di hotel berbintang, seperti lokasi penangkapan mereka di salah satu hotel berbintang di kota Makassar.
“Pelanggan mereka pun beragam, ada yang dari Makassar, ada juga yang dari luar kota,” tukasnya.
Sebelumnya, dalam kasus tersebut polisi yang meringkus tiga mucikari yang ditetapkan sebagai tersangka, dan mengamankan lima wanita PSK sebagai saksi. Itu dilakukan setelah polisi menyamar sebagai pria hidung belang dan memesan wanita dari para mucikari.
Dari tangan para PSK, polisi juga menyita beberapa telepon genggam milik mereka yakni dua buah handphone iPhone 6 plus, satu iPhone 7 plus dan sebuah handphone Samsung.
(Ahadri/Inipasti)










