MAKASSAR – Wakil rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof Dr H Achmad Gani SE MSi, mengeluarkan statement tegas bagi mahasiswa yang melakukan pengkaderan terhadap mahasiswa baru. Hal itu dikatakan kepada inipasti.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/07/16).
“Mereka akan dikenai sanksi tegas dari pihak UMI, jika melakukan pengkaderan dengan kekerasan,” tegas Achmad Gani.
Menurutnya, sikap tegas itu dikeluarkan untuk menghindari terjadinya kembali kasus seperti yang dialami Rezky, mahasiswa kedokteran UMI yang meninggal akibat pengkaderan dengan kekerasan yang dilakukan seniornya. Achmad Gani mengatakan, jika ada organisasi di UMI yang melakukan pengkaderan berbaur kekerasan, maka pengurusnya akan diberi sanksi tegas.
WR III UMI ini juga menjelaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang diterapkan di UMI, terutama pengawasan dan evaluasi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk kegiatan mahasiswa ke depannya, agar diksanakan sesuai peraturan yang telah ditetapkan di UMI. Bagi mahasiswa ataupun organisasi dalam lingkup UMI yang melakukan pengkaderan berbaur kekerasan, maka dikenai sanksi tegas baik kepada organisasinya dan oknum mahasiswa yang terlibat,” tegasnya.










