Wuling Mini EV Lebih Murah dari LCGC, Mobil Listrik yang Laris

Top Ad

INIPASTI.COM – Wuling Hong Guang Mini EV adalah mobil listrik yang sangat laris di China, bahkan sudah melebihi mobil-mobil Tesla. Faktor yang membuatnya penjualannya meledak adalah harga murah, bahkan di bawah banderol produk Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia.

Dilansir dilaman CNN, Hong Guang Mini EV meluncur 24 Juli 2020 sebagai mobil listrik termurah di China. Saat itu ada tiga varian yang diperkenalkan dengan harga mulai dari 28.800 yuan hingga 38.800 yuan (sekitar Rp64,1 juta sampai Rp86,4 juta).

Inline Ad

Mobil termurah di Indonesia saat ini sudah tidak ada lagi yang di bawah Rp100 juta, mengingat banderol produk LCGC selalu disesuaikan saban tahun.

Saat ini mobil paling murah di dalam negeri adalah Daihatsu Ayla 1.0 D M/T Rp103 juta dengan pelek kaleng dan tidak punya AC serta head unit.

Wuling merilis varian baru Hong Guang Mini EC pada April lalu, Macaron. Harga varian yang punya tambahan fitur serta lebih bertenaga ini bahkan masih lebih rendah dari Ayla 1.0 D M/T, yakni 37.600 yuan – 43.600 yuan (sekitar Rp83,7 juta – Rp97,1 juta).

Dimensi Mini EV berukuran seperti micro car, yakni panjang 2.917 mm, lebar 1.493 mm, dan tinggi 1.621 mm, serta wheelbase 1.940 mm. Dimensinya lebih besar sedikit dari Smart Fortwo.

Ukurannya yang mungil bikin mobil ini mudah dikendalikan termasuk saat parkir sekaligus mendukung aktivitas komuter perkotaan.

Konfigurasi jok mobil ini 2+2. Artinya ada empat jok di kabin, dua di depan untuk orang dewasa sedangkan dua di belakang buat anak kecil.

Dilansir dilaman CNN, Mobil ini hampir tak punya bagasi jika jok belakang diisi penumpang. Namun jok belakang dapat dilipat hingga menawarkan ruang 741 liter yang disebut muat koper 26 inci atau stroller.

Mobil ini dibekali satu motor listrik yang dilengkapi BMS intelligent battery management system. Catatan tenaganya jauh dari impresif, hanya 20 kW (26,8 hp) dan torsi maksimum 85 Nm.

Mengemudikan mobil ini bisa sampai sejauh 170 kilometer menggunakan baterai terisi penuh yang bisa diisi ulang menggunakan colokan 220 volt. Kecepatan maksimalnya dibatasi hanya 100 kilometer per jam.

Menurut Wuling, Mini EV dirancang menggunakan besi high-strength. Fitur standar di mobil ini adalah anti-lock braking system, electronic brake-force distribution (EBD), tire pressure monitoring system (TPMS), dan radar parkir.

Keterangan resmi soal peluncuran tidak menyebut ada airbag di varian standar.

Sementara itu pada varian Macaron dikatakan terdapat airbag sopir sebagai fitur standar. Macaron juga punya fitur yang dimiliki varian standar, namun sudah ditambah low-speed pedesterian warning system dan kamera parkir.

Mini EV kemungkinan bakal segera diperkenalkan di Indonesia, bisa jadi di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2021, dan akan dijual pada kemudian hari.

Informasi ini muncul setelah video penampakannya yang terlihat seperti proses impor dan distribusi lokal diunggah ke media sosial.

Namun unit Mini EV yang terlihat di video itu merupakan model setir kiri, jadi kemungkinan cuma bakal jadi barang pameran, bukan dijual untuk konsumen di dalam negeri.

Andai saja dijual, ada kemungkinan harga mobil ini tak seperti di China yang di bawah Rp100 juta. Mobil yang dijual di Indonesia merupakan objek berbagai pajak yang dipungut pemerintah pusat hingga daerah, kendati demikian kemungkinan mendapat keringanan sebab menggunakan teknologi listrik murni.

(sumbercnnjakarta)

Bottom ad

Leave a Reply