Yang Aneh dari Asian Games 2018

Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Berikut ini adalah beberapa atlet yang berlaga di Asian Games dengan umur cukup “tua” terutama dipandang dari sisi umur seorang atlet. Usia tua ini dianggap aneh bagi kelompok olah ragawan yang memerlukan stamina yang kuat dan umur muda.

Bagi para atlet yang berusia tua ini, nampaknya umur tidak menghalangi mereka untuk tetap melakukan aktivitasnya. Olahraga diyakini sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran fisik bahkan beberapa di antaranya merangsang agar memori otak tetap terjaga. Di ajang Asian Games kali ini ternyata juga diikuti oleh peserta yang usianya sudah lanjut loh. Berikut adalah atlet-atlet usia lanjut yang masih produktif untuk bersaing di kompetisi Asia.

1. Yu Fen May Ooi

Yu Fen May Ooi (Foto: MightyMayOoi/Facebook)

Atlet asal Singapura yang bertanding dalam cabang jiujitsu ini sudah berusia 42 tahun loh. Meskipun begitu pada tahun 1992 ia mengawali karirnya sebagai seorang perenang di ajang Olimpiade Musim Panas di Barcelona, Spanyol.
Lalu pada 2009 ia diperkenalkan pada dunia bela diri melalui capoeira; ilmu bela diri Brazil yang mengkombinasikan antara serangan dengan musik serta tarian. Di negara asalnya, ia juga merupakan atlet Mixed Martial Arts (MMA).
2. Kit Fan Filomena Choi

Baca Juga:  Berlangsung Mendebarkan, Jonatan Christie Akhirnya Berhasil Pulangkan Wakil Thailand

Filomena (paling kanan) berpose bersama timnya sebelum mengikuti latihan resmi di Jakabaring Bowling Center Palembang. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana/thv/18)

Perempuan berusia 62 tahun ini merupakan perwakilan dari Macau, China untuk kategori bowling di Asian Games 2018. Pada tahun 2008, namanya berhasil masuk ke urutan 16 besar di ajang 22nd Asian Intercity Bowling Championships kategori Women’s All Events dengan perolehan nilai single 1175, double 1041, team 1101 dan rata-rata nilainya adalah 184.28.
3. Lei Tai

Tai Lei sedang persiapan lepas landas pada babak kelima nomor Ketepatan Mendarat cabang Paralayang Asian Games 2018 (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian/Ast/18)

Mewakili Taipei dalam cabang olahraga paralayang, atlet berusia 62 tahun ini juga turut berpartisipasi dalam ajang Asian Games 2018. Pada April 2018, ia berhasil mencapai juara 3 untuk cabang paralayang di nomor ketepatan mendarat tim di ajang Asian-Oceanic Accuracy Championships Thailand.
4. Michael Bambang Hartono

Baca Juga:  Hadiah Nobel Perdamaian 2019 Jatuh ke Tangan PM Ethiopia Abiy Ahmed

Michael Bambang Hartono di nomor Super Mixed Team Asian Games 2018 di Jakarta. (Foto: ANTARAFOTO/INASGOC/Peter F Momor/Ttn/18)

Selain dikenal sebagai pemilik usaha rokok, bank, dan bidang komunikasi, pria kelahiran Semarang, 2 Oktober 1939 ini merupakan pemain tertua yang berasal dari Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Dia juga merupakan pemain tertua kedua setelah Kong Te Yang asal Filipina pada cabang olahraga bridge. Di ajang ini, ia bersama timnya berhasil meraih medali perunggu setelah mengumpulkan 60,00 poin di nomor super mixed team.
5. Kong Te Yang

Kong Te Yeng yang bersiap melawan Pakistan di babak kualifikasi tim. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Di ajang Asian Games 2018 ini, dia adalah peserta paling senior dari semua cabang olahraga. Kakek asal Filipina yang berusia 85 tahun ini mengikuti ajang kompetisi se-Asia. Dia mewakili negaranya dalam cabang olahraga bridge. Ia berharap dengan pengalamannya yang sudah tinggi bisa menjadi aset untuk melawan para pesaingnya. Tetapi ia juga mengakui bahwa refleksnya yang tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya mungkin bisa menjadi penghambat. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.