300 Pelaku Bisnis Fashion Akan Ramaikan Femme 2019

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pameran fashion terbesar Timur Indonesia, The Internasional Women’s Exhibition (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) 2019 kembali hadir tahun ini. Berusia 14 tahun, FEMME dan CBFW akan digelar 3 hingga 7 April 2019 mendatang.

Sebanyak 300 pelaku usaha fashion akan ikut meramaikan event tahunan ini, Chairwomen FEMME, Icha AZ Lili yang juga pengurus IWAPI Sulsel ini menyebutkan bahwa  gelaran FEMME sama seperti tahun sebelumnya yakni dirangkaikan dengan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW). Tahun 2019 ini, CBFW sudah masuk usia kelima dan juga akan diikuti kurang lebih 300 pelaku usaha fashion tanah air.

“Tahun ini gelaran FEMME dan CBFW akan semakin semarak dengan hadirnya desainer-desainer ternama tanah air dan bahkan akan hadir desainer asal Jepang yang akan mengangkat unsur budaya lokal dalam setiap karya yang mereka tampilkan,” tambah Icha.

Baca Juga:  Penyerapan Dana Desa Capai 93,4 Persen

Seperti diketahui bersama, sejak diselenggarakannya even fashion terbesar Kawasan Indonesia Timur 2005 telah sukses menjadi barometer perkembangan industri fashion tanah air untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, di acara tersebut juga ditampilkan produk fashion berbasis budaya menjadi trend an inspirasi busana yang terus menguat bahkan FEMMe dan CBFW 2019 tahun ini akan menjadi perayaan budaya dengan memanfaatkan budaya lokal.

Icha menjelaskan bahwa negara Indonesia ini memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan masih banyak yang layak untuk dieksplorasi, seperti rumah adat, upacara adat, keberagaman suku, bahasa daerah, seni tari, seni rupa, hingga kuliner penuh dengan filosofi dan sejarah di dalamnya.

Baca Juga:  PT NNS Target Ekpsor Ikan ke Jepang 200 Ton Per Bulan

“Negeri kita ini memiliki sumber daya manusia yang luar biasa berbakat dan pekerja keras. Kita juga perlu tahu kebudayaan merupakan kekuatan yang besar untuk pembangunan berkelanjutan. Makanya kami mengangkat tema The Future of Culture (masa depan budaya). Tujuannya untuk mengingatkan kembali bagaimana kayanya kebudayaan kita untuk memberikan wadah bagi pelaku bisnis dan fashion desainer,” tutupnya.

(Reni Juliani)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.