Akhir Hayat TV Analog, Merdeka TV Digital

Top Ad

INIPASTI.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunda tahap pertama analog switch off (ASO) atau suntik mati siaran TV analog menjadi TV digital pada April 2022.

Dilansir dilaman CNN, Sejatinya, tahap pertama suntik mati TV analog dilakukan pada 17 Agustus tahun ini. Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan.

Inline Ad

Pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang, menjadi salah satu sebab suntik mati TV analog di Indonesia terpaksa ditunda.

“Tahap pertama penghentian siaran TV analog diundur. Dimulai 31 April 2022,” ujar Johnny saat konferensi pers Pelantikan Dirjen IKP, yang disiarkan lewat akun Youtube, Selasa (10/8/21).

Selain itu, kebijakan suntik mati TV analog akan dilakukan dalam 5 tahap, juga akan diubah menjadi 3 tahapan saja. Tahap selanjutnya setelah 30 April 2022, yakni akhir Agustus 2022 dan awal November 2022.

Persoalan migrasi TV analog ke digital di Indonesia memiliki sejarah panjang.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli menyebut Indonesia termasuk negara yang pertama berinisiatif untuk beralih ke TV Digital di ASEAN,.

Tapi menjadi salah satu negara terakhir yang melakukan implementasi. Saat ini, di kawasan ASEAN, tinggal Indonesia, Timor Leste, dan Myanmar yang belum mengimplementasikan TV digital.

Insiatif untuk mematikan TV analog sudah dimulai sejak 2007. Uji coba migrasi dari TV analog ke TV digital di kawasan Jabodetabek lantas dilakukan pada 2008.

Pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan Grand Launching uji coba siaran TV digital pada tanggal 20 Mei 2009 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Menkominfo Muhammad Nuh pun mengeluarkan Peta Jalan Infrastruktur TV Digital pada 2009 untuk migrasi dari sistem penyiaran televisi analog ke digital.

Peta jalan ini dimulai sejak awal tahun 2009 sampai dengan akhir tahun 2018.

Lebih lanjut, pada 2010 Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring meresmikan uji coba lapangan penyiaran TV digital untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, seperti dilansir dari laman Kominfo.

Pada 2012, Kominfo menetapkan penyiaran TV digital menggunakan standar baru DVB-T2 (generasi kedua).

Aturan baru ini mengubah standar TV digital yang sebelumnya diatur pada 2007 menggunakan teknologi DVB-T (generasi pertama).

Derap langkah tak seirama ; Meski sudah berapi-api menggelar peta jalan sejak 2008, namun praktik di lapangan tak semudah itu.

Rencana pemerintah ini mendapat banyak jegalan. Pertama akibat ketiadaan payung hukum dan tentangan dari kalangan industri.

Kominfo menyampaikan lambannya migrasi TV analog ke digital akibat kurang dukungan untuk suntik mati TV analog di kalangan para pemegang kepentingan.

“Permasalahan yang sebenarnya adalah stakeholders tidak sama-sama mendukung,” kata Direktur Penyiaran, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI),

Geryantika Kurnia saat membuka Panel Diskusi “Migrasi Digital” dalam Perhelatan Indonesia Broadcasting Expo 2016, Balai Kartini, Jakarta, Minggu (23/10/16) seperti dikutip dari situs Kominfo.

Sebelumnya pada 2015, Menkominfo Rudiantara sempat menyampaikan rencana untuk mempercepat implementasi siaran TV digital agar bisa cepat-cepat dimanfaatkan untuk akses pita lebar nirkabel berbasis seluler 4G LTE.

Rencana ini disampaikan Rudiantara di hadapan jajaran dewan di Komisi I DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) perdana di Wisma Nusantara, DPR, Jakarta, Selasa (27/1/15).

Namun menurut Riant Nugroho, anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), seharusnya migrasi bisa dipercepat agar kelar dua tahun lebih cepat.

“Harusnya bisa kelar 2016, tapi tergantung industri penyiaran bersedia atau tidak. KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) saja masih bermasalah dan tak bertemu dengan BRTI,” jelasnya seperti dikutip dari situs Kominfo.

Namun, rencana itu berbuah gugatan Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATJI) pada Maret 2015. Mereka meminta PTUN menggugurkan aturan Permen Kominfo tahun 2011 soal TV Digital.

Payung hukum bermasalah ; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengakui migrasi televisi analog ke TV digital atau Analog Switch-Off terkendala perundang-undangan.

Kemenkominfo menjelaskan peralihan TV digital harus melalui undang-undang. Oleh karena itu, pemerintah mendorong RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Kami masih menunggu undang-undang,” kata Dirjen Penyelenggaran Pos dan Informatika (PPI) Ahmad Ramli dalam dialog Secret at News Room CNNIndonesia.com, Kamis (6/8/20).

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi I Muhammad Farhan menjelaskan pembahasan RUU Penyiaran juga stagnan. Panja yang sudah dibentuk harus berhenti bekerja.

Namun, keputusan mematikan layanan TV analog ini akhirnya ketok palu pada November 2020 dengan dikeluarkannya RUU Cipta Kerja Omnibus Law.

Suntik mati tv analog (Analog Switch Off/ ASO) pun ditetapkan selambatnya dilakukan pada November 2022. (syakhruddin)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.