Aliansi Rakyat Makassar Menggugat tuntut kebijakan terkait PPKM Kota Makassar

Top Ad

INIPASTI. COM, Makassar- Aliansi Rakyat Makassar Menggugat ( DPK SRMI Mks, EW LMND SULSEL dan Seluruh Perempuan Indonesia Mks ) menuntut “Penuhi Kebutuhan Pokok Rakyat Di Masa Penerapan PPKM”, lewat aksi yang bertempat di depan kantor Wali Kota Makassar, 27 Juli 2021 dengan tuntunan buka kembali akses publik (Pantai Losari), melakukan vaksinasi masal secara gratis di pedagang, stop melakukan penyitaan alat jualan pedagang.

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 kota Makassar yang menutup beberapa akses publik, salah satunya anjungan Pantai Losari menjadi sebuah pukulan bagi masyarakat kota Makassar khususnya bagi para pedagang.

Inline Ad

Menurut Muh. Ikra Ketua eksekutif Wilayah LMND Sulsel pemerintah tidak sepenuhnya merujuk pada UU No 6 tahun 2018, Dia juga melanjutkan bahwa penutupan anjungan pantai losari akan berefek pada masyarakat.

“Tentu, pasti ada efeknya dan itu di alami oleh masyarakat yang aktivitasnya menjual. Kurang lebih 352 pedagang yang menaruh harapan hidup di losari.Tentang kekarantinaan kesehatan, kami menganggap pemerintah tidak merujuk pada undang-undang. Sebab dalam UU No. 6 Tahun 2018 mengamahkan dan memberikan tanggung jawab kepada pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat di masa krisis kesehatan. Penerapan PPKM di lakukan oleh pemerintah tanpa mempertimbangkan dan memenuhi kebutuhan pokok rakyat sama halnya membunuh rakyat secara perlahan. Untuk itu kami turun dengan tuntutan ini” ujar Ikra saat di hubungi melalui via seluler.

Setelah diadakannya mediasi antara pihak Pemkot dan masa aksi menghasilkan putusan, pemerintah menyetujui dibukanya kembali akses publik anjungan pantai losari dengan catatan harus memenuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulillah Pemerintah kota telah mengijinkan kembali pedagang untuk menjual dengan tetap mematuhi prokes” pungkas Ketua EW LMND Sulsel.

//Defrizal

Bottom ad

Leave a Reply