Anggaran Pembangunan Bendungan Pamukkulu Capai Rp 950 miliar

(Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Agus Setiawan bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menandatangani prasasti pembanguna Bendungan Pamukkulu di Takalar) (Istimewa)

INIPASTI.COM, TAKALAR – Keinginan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, agar bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, untuk dapat segera dikerjakan terpenuhi. Hal ini terlihat dimulainya pencanangan di desa Kale Ko’mara Kecamatan Polongbangkeng Utara.

Pembangunan bendungan dengan luas lahan 640 Hektare ini, dengan anggaran sebesar Rp 950 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Proyek ini dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, (BBWSPJ).

Untuk mengerjakan proyek ini, setidaknya ada 240 kepala keluarga di empat dusun di desa Kale Ko’mara akan direlokasi. Pembebasan lahan dan pembayaran ganti lahan direncanakan mulai dilakukan Februari ini, dari APBN dengan anggaran Rp270,83 miliar.

Baca Juga:  Pesan Syahrul Untuk Pilkada 2018 di Sulsel 

Kepala BBWSPJ, Agus Setiawan mengungkapkan proses pengerjaan fisik dari bendungan adalah multiyears. Nantinya bendungan ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 6430 hektar di tiga daerah irigasi, yaitu Pammukulu, Dinggau dan Jenemarung.

“Bendungan ini juga bermanfaat untuk penyediaan air baku 133 liter perdetik, pembangkit listrik tenaga mikro hidro, perikanan tawar dan pariwisata. Kami upayakan tahun ini sudah dimulai pengerjaan fisiknya,”kata Agus, Kamis (2/2/2017).

Ia menyebutkan, daya tampung maksimal dari bendungan ini yaitu 81,3 juta meter kubik, dengan tinggi bendungan mencapai 62 meter lebar 10 meter dan panjang 807 meter.

Lebih jauh, Agus menjelaskan saat ini Sulsel memiliki potensi ketersediaan air baku sebanyak 71 miliar kubik pertahun, namun yang baru dimanfaatkan sekitar 30 persen. Pembangunan bendungan dan sistem pengairan menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan potensi ini, terutama untuk mendukung ketahanan pangan.

Baca Juga:  Dana Desa Rentan Disalahgunakan, Ini Alasannya

Pelaksana tugas bupati, Andi Darmawan Bintang mengatakan saat ini sudah ada 75 hektar lahan yang sudah siap untuk dibayarkan, dan 25 hektar masih dalam pembahasan karena merupakan bagian dari hutan lindung. Kalau semua bisa dibebaskan maka pengerjaan fisik bendungan..

“Bendungan Pamukkulu ini merupakan proyek bendungan yang sudah siap dikerjakan tahun ini, kalau sudah selesai maka
daya produksi petani di daerah ini meningkat tiga kali lipat,” tambahnya.

Mengenai relokasi warga, Darmawan mengungkapkan sementara mencari tempat yang sesuai. Sejauh ini, masyarakat sudah menerima lahan mereka yang akan dijadikan proyek bendungan,” terangnya.