INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur desa dinilai masih rendah. Khususnya dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM). Bahkan Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) merasa perlu dilakukan peningkatan termasuk dalam menyusun program.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengakui perlu dilakukan peningkatan termasuk dalam menyusun program. Makanya, lanjut Jufri, sangat penting adanya pendampingan dari BPMD dan Bappeda Kabupaten, karena masih banyak aparat desa yang belum mengerti.
“Pendampingan dilakukan agar lebih terarah, dan mereka juga paham dalam menyusun RPJM Desa,” ucap Jufri pada Penyerahan Hasil Sinkronisasi RPJM Desa dan APB Desa dengan RPJMD Provinsi pada 1.000 Desa di Provinsi Sulsel Tahun 2016, Kamis (27/10) di Hotel Grand Clarion Makassar.
Menurutnya, selama ini masih ada RPJM Desa ketika disusun ada yang tidak terarah, sehingga pihaknya mengarahkan ini juga dengan melakukan pendampingan.
Hal ini juga menjadi bagian dari bentuk percepatan pembangunan terutama di tingkat desa. Bappeda Sulsel melakukan sinkronisasi antara RPJMD Provinsi Sulsel dan RPJM Desa. Jufri menjelaskan sinkronisasi program ini dibutuhkan agar dapat mempercepat pembangunan, serta visi dan misi pemerintah provinsi bisa terwujud.
“Kami sinkronisasikan, karena sebelumnya sudah ada desa yang duluan menyusun RPJM Desa sehingga harus disamakan,” kata Jufri.
Jufri menyebutkan tahun ini ada 1.050 RPJM Desa yang disinkronisasikan, pada tahun 2017 ada 1.000, dan sampai 2018 sisanya ditargetkan rampung.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan mensinkronisasi program bukanlah pekerjaan ringan, ini adalah salah satu langkah agar lebih jelas arah programnya.(*)
Baca juga :Kembangkan Pariwisata, Sulsel Sasar Wisatawan Cina
//










