Bagaimana Ikatan Alumni Organisasi Bekerja

Top Ad

INIPASTI.COM – Oleh: Abdullah Fatih, S. H
Advokad Farseim Law Office & Partners

Inline Ad

Bagi seorang kader organisasi, manfaat untuk dapat bergabung dalam suatu organisasi adalah memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang diperlukan sejalan dengan tujuan untuk bergabung dalam satu organisasi.

Selain dari pada tujuan tersebut, organisasi hanya sebuah benda mati berjalan sesuai dengan keinginan orang-orang yang menjalankannya.

Keberadaan organisasi sebagai wadah berpengetahuan dan memperoleh pengalaman tersebut ternyata tidak cukup jika hanya dilihat dari sisi manfaat bagi seorang kadernya.

Hal ini dikarenakan, jaringan alumni dari suatu organisasi adalah sisi manfaat lainnya bagi seorang kader untuk melanjutkan mimpinya yang pada saat sebelumnya telah dicapai oleh satu dan atau banyak alumni yang lain.

Ikatan alumi dari suatu organisasi ini yang secara eksplisit tidak menjadi tujuan utama berorganisasi bagi kader-kader organisasi.

Namun, layaknya pendaki yang tidak mengharap puncak dan justru menjadikan puncak sebagai bonus adalah sama dengan keberadaan jaringan alumni, yang tidak menjadi tujuan berorganisasi namun menjadi bonus ketika turut serta dalam suatu organisasi.

Keberadaan ikatan alumni dalam suatu organisasi memberikan manfaat tersendiri tidak hanya bagi organisasi namun juga kepada tiap-tiap kader organisasi di bawahnya.

Hal in tidak terlepas dari keberadaan spirit kekeluargaan yang selalu menjadi semboyan tiap organisasi ketika akan dikenalkan kepada calon anggota baru.

Hanya saja, keberadaan ikatan alumni dalam suatu organisasi tidak lantas membuat spirit kekeluargaan itu menjadi milik absolute sesama kader organisasi.

Spirit kekeluargaan yang tidak absolute tersebut nyatanya masih mengganggu para anggota baru organiasi yang tentunya mengharapkan bantuan lebih dari para alumni sesama keluarga di dalam suatu organisasi.

Boleh jadi spirit kekeluargaan ini terbentur karena status pekerjaan, tuntutan profesionalitas pekerjaan dan hal lainnya yang menyebabkan semboyan kekeluargaan antara sesama kader organisasi hanya dinikmati dalam dialektika keseharian organisasi namun tidak dalam profesionalitas di lingkungan kerja.

Realitas seperti inilah yang terkadang memberikan kesan tersendiri, antara apa yang selama ini didapatkan oleh kader organisasi dengan apa yang diharapkan kader dari para alumi kader suatu organisasi.

Tidak dapat dinafikkan jika dalam pergumulan hidup yang sesungguhnya, setiap orang adalah lawan, lawan dalam mencari penghidupan dan lawan dari berbagai hal lainnya yang tidak lepas dari kompetisi hidup.

Meskipun demikian, ada juga alumni orgniasasi secara mandiri yang tetap memberikan fasilitas kepada kader dibawahnya untuk berjalan bersama, belajar bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kapasitas individu demi capaian kehidupan yang diinginkan.

Individu alumni yang mempedulikan kader dibawahnya ini tidak jarang harus memberikan segala keperluan yang dibutuhkan oleh kader dibawahnya untuk lebih banyak menarik pengalaman dan pembelajaran dari media yang diberikan individu alumni.

Hanya saja, jika dibandingkan dengan efektifitas ikatan alumni dalam satu organisasi dengan individu alumni organisasi yang memberikan wadah bagi kader dibawahnya itu masih jauh lebih efektif hubungan impersonal dengan individu alumni.

Kecendrungan yang selama ini adalah ikatan alumni organisasi justru jauh panggang dari pada api, organisasi alumni hanya dijadikan jargon menghimpun dan wadah silaturahim bagi sesama anggota tapi tidak mempersiapkan pengalaman dan pengetahuan yang cukup kepada kader organisasi dibawahnya.

Ketidakefektifitan ikatan alumni akan sangat berdampak pada persaingan dengan alumni-alumni dari ragam tempat dan organisasi lainnya.

Dampak yang tidak hanya akan dirasakan kader organisasi namun juga penilaian orang lain dan/atau pihak lainnya terhadap perkembangan kapasitas individu serta soliditas antara sesama alumni dari satu ikatan alumi organisasi.

Di tengah kompetisi dan gengsi era sekarang ini, kader organisasi dan ikatan alumni organisasi sudah sepatutnya mulai intropeksi dengan kenyataan yang ada.

Hal ini dilakukan tidak lain sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi individu orgaisasi serta memberikan pengalaman lebih melalui wadah bernama ikatan alumni organisasi. Jika demikian dilakukan maka ruang bertumbuh bagi kader organiassi akan terbuka lebih lebar dan tentunya memicu kepercayaan diri kader untuk bersaing dengan kompetitor dari oragnisasi yang lain.

Kehadiran ikatan alumni organisasi sudah sepatutnya menjadi wadah belajar dan mendapatkan pengalaman kepada kader organisasi yang tidak terbatas pada ruang komunikasi kegiatan organisasi, namun lebih dari itu, kehadiran ikatan alumni organisasi menjadi wadah yang mempersiapkan kader organisasi jauh lebih siap untuk menghadapi kompetisi kehidupan pada tataran realitas sosial yang ada.

Harapan ikatan alumni organisasi untuk dapat menjadi wadah bagi kader organisasi bukan sebatas visi apalagi misi-misi khusus sesuai dengan visi organisasi, kehadiran ikatan alumni organisasi harus benar-benar mempersiapkan kader di bawahnya untuk kompetisi yang sebenarnya.

Keberadaan ikatan alumni dengan tujuan sebagai wadah belajar dan berpengalaman memerlukan implementasi nyata, hal ini tentu bertujuaan agar supaya kehadiran organisasi bagi kader organisasi benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat tidak hanya bagi kader tapi juga untuk organisasi itu sendiri.

Bertumbuh bersama, berproses sama-sama dan menjadi pribadi unggul dalam kompetisi hidup yang sesungguhnya; kata dalang sebagai penutupnya.

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.