INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW diakui oleh dunia. Bukan hanya kalangan muslim, tapi juga dari kalangan non muslim. Kepemimpinan seperti itulah yang diharapkan lahir di Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Prof Dr Mustari Mustafa saat membawa ceramah di Masjid Nurul Qalbi, Jalan Hertasning Raya. Jum’at (28/10).
“Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW patut dicontoh oleh para pemimpin dan pemuda-pemuda kita, karena Yahudi saja mengakui bahwa Pemimpin revolusioner adalah Muhammad SAW,” serunya kepada jemaah di Hari Sumpah Pemuda.
Guru Besar Filsafat itu mengatakan, sungguh banyak dari sisi Rasulullah yang bisa diteladani, bahkan menurutnya semua akhlak Nabi harus dicontoh. “Kita bisa hubungkan nilai-nilai pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan dengan nilai-nilai Rasulullah. Yaitu jauh dari sikap emosi, jauh dari sikap mubazir, dan jauh dari ego ingin menang sendiri,” jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Rasul adalah sosok pemimpin yang selalu menengok kiri dan kanannya. Artinya, Rasulullah selalu peduli orang sekitar. Komitmen yang seperti itulah, menurut Mustari Mustafa, yang dimiliki oleh pemuda dahulu kala. “Mereka (para pemuda pejuang,red) memikirkan kita, mereka memikirkan penerus bangsa, mereka memikirkan anak cucunya. Dan percaya bahwa perjuangan itu di bawah naungan Allah SWT, Olehnya itu mereka rela mempertaruhkan nyawanya,” tukasnya.
Mustari mengajak jemaah agar belajar dari Sumpah Pemuda ini yang bukan hanya sebagai penghasil kemerdekaan, tapi harus menjadi spirit yang terus terpatri dalam diri pemuda. Menurutnya, pemimpin di usia muda yang diharapkan membawa perubahan dan itu ditunjukkan oleh Rasulullah yang memimpin di usia muda dengan sifatnya yang Siddik, Amanah, Tabligh dan Fathanah.
Mustari juga mencontohkan beberapa tokoh pemuda terdahulu. seperti Imam Syafi’i yang di usianya yang baru 9 tahun bisa hafal Alquran, Osama bin Sa’ad pada usia muda sudah menjadi pemimpin perang, Hasan Al-Banna 23 tahun, kemudian Ali bin Abi Thalib, dan tokoh-tokoh Islam lainnya.
Namun, ia juga mengingatkan kepada jemaah agar senantiasa istiqomah. Karena menurutnya di dalam Alquran surah Al-A’raf ayat 16, Iblis telah berjanji akan menggoda anak cucu Adam. Menurutnya itu menunjukkan bahwa kehidupan kita ini selalu diguncang oleh musuh kita yang paling nyata, yaitu iblis.
” Kita cepat emosi, cepat marah, itu karena kita dikuasai oleh iblis, karena itu mari hati-hati dengan musuh kita, iblis ini. Dia adalah makhluk yang sejak dulu sudah ada pada posisi yang konfrontatif, sudah menjadi musuh terbesar kita dari zaman nenek moyang kita,” ajaknya.
Di akhir ceramahnya ia mengajak jemaah pada hari yang sangat bersejarah ini untuk senantiasa memperkuat iman agar tidak mudah tergoda oleh iblis laknatullah. “Wahai para pemuda, di usia muda itulah usia termatang, di usia muda itulah untuk meraih hasil yang maksimal. Mari kita jadikan Hari Sumpah Pemuda ini untuk mengintruksikan diri kita untuk tidak mudah tergoda. Mudah-mudahan hari ini dapat memperkuat iman, Islam dan amal, ilmu, dan akhlak kita,” tutupnya.(*)
Baca juga : Enam Motor Ludes, Arus Lalin Lumpuh
//










