INIPASTI.COM, MAKASSAR – Enam unit sepeda motor milik Kepolisian Sektor Rappocini yang bermarkas di perbatasan Makassar-Gowa, ludes dibakar massa pendemo. Massa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan pembakaran di Jalan St Alauddin Talasalapang Makassar, Jumat (28/10).
Dampak dari demo hari ini mengakibatkan lumpuhnya arus lalu lintas selama dua jam dan menimbulkan kemacetan di mana-mana.
Enam sepeda motor tersebut semula terparkir di dekat warung depan kampus Unismuh Makassar. Sementara para petugas pengguna sepeda motor melakukan pengamanan dan membantu memperlancar arus lalu lintas dari Makassar ke Kabupaten Gowa.
Petugas Brimobda Sulsel kemudian datang meminta agar para pendemo menghentikan aksinya. Akan tetapi, mahasiswa malah menjawab dengan lemparan batu. Akhirnya petugas menghalau mereka untuk masuk kampus dengan tembakan gas air mata.
Mahasiswa kemudian berlarian menyelamatkan diri masuk kampus. Sejurus kemudian, mereka kembali. Nyali mahasiswa makin membara dan menyerang balik petugas dengan batu. Sepeda motor milik Polsekta Rappocini yang tertinggal di depan warung menjadi sasaran kemarahan mahasiswa. Pendemo menarik motor patroli yang ditinggal pemakainya dan membakarnya hingga hangus. Sepeda motor tersebut kini tinggal kenangan.
Danramil Tamalate Mayor Kav Endy Siswanto bersama jajarannya akhirnya mengadakan dialog dan negosiasi dengan pihak Kampus Unismuh Makassar. Kesepakatan bersama akhirnya terjadi. Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono yang ada di lokasi, turut menjadi saksi dari kesepakatan. Kapoltabes Makassar bersama Dansatbrimobda yang bermarkas di Pa’baeng-Baeng mencapai kata sepakat dan para pihak kembali ke posisi masing-masing.
Pihak keamanan kembali ke barak dan Mahasiswa kembali ke kampus, hingga pukul 18.20 Wita, jalur Sultan Alauddin baru dapat dilalui kendaraan umum.
Titik lokasi demo memperingati hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 di antaranya Simpang Tiga Kantor DPRD Kota Makassar. Mahasiswa menahan mobil tronton untuk dijadikan panggung orasi dalam suasana hujan yang rintik-rintik.(*)
Baca juga : Adnan : Memimpin di Usia Muda, Tak Mungkin Kotori Tangan
//










