INIPASTI.COM, MAKASSAR – Masa-masa remaja saat ini diisi dengan kegiatan sekolah dan bermain atau nongkrong bersama teman-teman. Tapi lain halnya dengan yang dilakukan remaja sebelum kemerdekaan. Di usia 16 tahun, mereka harus berjuang melawan penjajahan Belanda. Itu pula yang dialami Karaeng Leo.
Sebuah kisah perjuangan dari Brigadir Jenderal Purnawirawan Bachtiar (Karaeng Leo) dituangkan dalam bentuk tulisan. ‘Menembus Blokade Belanda’, itulah judul tulisan dalam sebuah buku yang menggambarkan bagaimana perjuangan seseorang yang kala itu masih berusia 16 tahun. Buku ini dirilis pada Peluncuran dan Bedah Buku yang digelar di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Selasa (25/10).
Buku setebal 84 halaman itu berkisah bagaimana sewaktu dirinya masih sekolah tapi harus ikut berperang melawan Belanda. Karaeng Leo juga menceritakan pengalamannya ketika ia bergerilya ke Pulau Jawa dan Maluku. Pada bab “Tiga Selatan”, Karaeng Leo bercerita tentang Peristiwa Tiga Selatan (Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan). Kisah itu mengenai bagaimana perkembangan PKI kala itu yang berhasil mengambil posisi strategis di tingkat nasional.
Buku Mantan Kastaf Kodam VII Wirabuana ini menggaet Kedai Buku Jenny sebagai penerbitnya. Kedai Buku Jenny merupakan penerbit lokal yang sering menerbitkan buku-buku literasi.
Pengamat militer, Prof Dr H Salim Said yang didapuk sebagai pembicara menyebutkan kalau dirinya yang menyarankan agar buku itu ditulis. “Ini bertujuan supaya memberi kontribusi para Purnawirawan, kepada sejarah perjuangan Indonesia. Karena banyak hal yang dianggap kecil tapi bisa jadi besar dalam sejarah perjuangan Republik ini,” jelas mantan wartawan Tempo ini.
Salim berharap dengan buku seperti ini, bisa menjadi materi yang baik bagi universitas untuk bahan skripsi, tesis, dan tugas akhir lainnya. “Semoga buku-buku ini ada di perpustakaan setiap universitas,” harapnya.
Hal senada disampaikan oleh pembicara kedua, Mayjen Purnawirawan Noor Aman dalam acara yang dihadiri oleh beberapa Purnawirawan dan jajaran pemerintahan tersebut. Ia mengupas bagian-bagian makro dalam buku tersebut. “Dalam isi buku ini semuanya penting, jadi rugi kiranya jika cuma saya yang membacanya,” ucap Noor Aman.
Karaeng Leo yang ditemui seusai acara mengatakan bahwa ia tak menyangka acara peluncuran bukunya akan seramai itu. Ia pun berucap syukur karena bisa memberikan kontribusi bagi penerus bangsa.
“Saya karang buku ini atas anjuran pak Salim Said, saya tidak mengira acaranya akan seramai ini,” ucap Purnawirawan yang saat ini berusia 86 tahun.(*)
Baca juga :Simfoni Kehidupan Halim Homeric, dibedah 2 Mantan Rektor UNHAS
//










