Bentrok Warga Palestina-Israel di Pawai Yahudi

INIPASTI.COM – Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel tak terhindarkan saat pawai Yahudi melintasi kawasan Yerusalem Timur pada Selasa (15/6/21). Akibat bentrokan ini, 33 warga Palestina terluka.

Inline Ad

Situasi sudah panas sejak pawai dimulai menjelang pukul 18.00 waktu setempat. Peserta pawai berkumpul di Jalan Hanevi’im untuk melanjutkan perjalanan ke arah Gerbang Damaskus.

Dilansir di laman CNN, Berdasarkan kesepakatan awal antara kepolisian dan penyelenggara pawai, peserta tak boleh melewati Gerbang Damaskus, lokasi yang kerap menjadi medan pertikaian antara warga Palestina dan Israel.

Namun, ternyata masih ada peserta pawai ternyata dapat mendekati gerbang itu. Sebagian peserta bahkan bisa masuk ke alun-alun yang berada tepat di depan Gerbang Damaskus.

Sebagaimana dilansir The Times of Israel, arak-arakan kemudian masuk ke Kota Tua melalui Gerbang Jaffa.

Baca Juga:  Influencer yang mengira virus corona 'tidak ada' meninggal setelah tertular Covid-19

Sejumlah perempuan dan anak muda juga berhasil memasuki Kawasan Muslim meski rute pawai yang disepakati tak mencakup wilayah tersebut.

Sembari berjalan, para peserta pawai tak hanya meneriakkan yel-yel kemenangan, tapi juga seruan-seruan rasial, seperti “Matilah Arab!”

Sebagian warga Palestina kemudian membalas, “Dengan api dan darah, kami akan membebaskan Palestina!”

Di sisi lain pawai, sejumlah peserta juga terlihat melontarkan sumpah serapah ke arah jurnalis Arab yang meliput. Salah satu peserta pawai bahkan terekam video meludahi jurnalis Arab.

Melihat situasi yang kian panas, polisi Israel langsung bergerak. Mereka mengusir warga Palestina agar tak mendekati jalur pawai.

Mereka melemparkan granat setrum dan menembakkan peluru busa untuk mengusir warga Palestina dari jalur pawai.

Baca Juga:  Perbudakan Anak di Myanmar Mengundang Kemarahan

Dalam sejumlah video yang viral, beberapa warga Palestina terlihat melempari polisi Israel dengan batu hingga personel keamanan itu jatuh dari kudanya.

Akibat bentrokan itu, 33 warga Palestina terluka. Kepolisian Israel juga menahan 17 warga Palestina yang dianggap menyulut kericuhan.

Kepolisian Israel sebenarnya sudah sempat melarang pawai Yahudi ini pada pekan lalu karena rencana rute arak-arakan yang dikhawatirkan dapat memicu bentrok dengan warga Palestina.

Namun, Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri yang masih menjabat saat itu, mengizinkan pawai dengan rute sesuai kesepakatan polisi dan penyelenggara pawai.

Setelah pemerintahan bergulir ke tangan Naftali Bennett pada Minggu (13/6/21), Israel tetap mengizinkan pawai itu berjalan (syakhruddin)

(Visited 1 times, 2 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.