Berbagai Peristiwa Disaksikan Nabi Saat Menuju Al-Aqsa

INIPASTI.COM — Dalam perjalanan menuju Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis, Yerusalem, Rasulullah berhenti beberapa kali untuk melakukan sholat. Yakni di Thaibah, di Madyan di dekat pohon Musa, di bukit Tursina tempat di mana Allah dahulu pernah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa dan di Bait Lahem, tempat di mana Isa bin Maryam dilahirkan.

Dilansir dilaman Republika.ID sebagaimana Dikutip dari buku Kisah Isra Mi’raj Rasulullah SAW terjemah dari kitab Qishotul Mi’raj karya Syeikh Najmuddin al-Ghaithi, dalam perjalanan ini, Rasulullah juga melihat beberapa peristiwa di antaranya ketika jin ifrit mengikutinya dengan membawa obor. Saat itu, Jibril menuntun Rasulullah untuk berdoa agar jin ifrit tersebut lari ketakutan.

Baca Juga:  Tiga Poin Klarifikasi Penistaan Salib, UAS : Kenapa Diviralkan Sekarang?
Inline Ad

اَعُوْذُ بِوَجْهِ اللّهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّمَّاتِ الَّتِيْ لاّ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَاَ فِى الأَرْضِ وَمِـنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًـــــا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَّا رَحْمنُ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Dermawan dengan menggunakan kalimat-kalimat Allah yang tidak mampu dilewati oleh orang yang baik maupun orang yang jahat dari keburukan sesuatu yang diturunkan dari langit, dari keburukan sesuatu yang naik ke sana, dari keburukan sesuatu yang tertinggal di muka bumi, dari keburukan sesuatu yang keluar daripadanya, dari fitnah-fitnah waktu malam maupun siang, dan dari bencana-bencana malam maupun siang, kecuali bencana yang membawa suatu kebajikan, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Baca Juga:  Silaturahim MUI, LDII Dorong Umat Islam Mayoritas Berkualitas

Begitu Rasulullah selesai membacanya, jin ifrit lari tunggang-langgang sehingga ia jatuh terjerembab dan obornya pun padam. Rasulullah juga melihat orang-orang yang sedang bercocok tanam dan langsung memanen hasilnya. Jibril menyebutkan, orang-orang tersebut adalah orang-orang yang pernah berjihad di jalan Allah.

Rasulullah kemudian mencium aroma yang sangat harum yang ternyata berasal dari Masyithah dan keluarganya. Masyithah hingga akhir hayatnya tetap teguh iman kepada Allah meskipun ia dan anak-anaknya dimasukkan ke dalam air mendidih (syakhruddin)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.