Buah Kesabaran Jemaah Haji Termuda Bone Saat Lontar Jumrah

Jemaah Haji Termuda Bone Dila Rahayu bersama ayahnya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Sabtu, (14/9/2019). (Foto : Sule)
Top Ad

INIPASTI.COM, SUDIANG – Haji adalah ibadah yang menguras fisik. Butuh kekuatan ekstra dan kesabaran untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Karena begitu banyak ujian dalam pelaksanaannya.

Begitu pula yang dialami oleh jemaah haji termuda Kabupaten Bone, Dila Rahayu (20). Kakinya sempat bengkak saat proses pelaksanaan lontar jumrah.

Meski demikian, gadis kelahiran Sarekajae, 17 Juni 1999 ini tetap sabar melalui terowongan Mina yang panjangnya mencapai 4 KM. Jadi setiap harinya, dia melakukan perjalanan dengan jalan kaki sejauh 8 KM selama 3 hari.

Baca Juga:  Berangkat Pagi, 2 CJH Soppeng Batal Naik Haji Tahun Ini

Proses itu pun berhasil dilaluinya sendiri. Meski didampingi Sang Ayah Bahri Malla, Dila enggan diwakilkan pada proses lontar jumrah. Jumrah Ula’, Jumrah Wustha’, dan Jumrah Aqabah pun bisa dikerjakannya sendiri.

“Paling berkesan itu saat lontar jumrah, 8 kilo (meter) PP (pergi pulang,red). Karena pertama kali jalan jauh begitu, sampai kaki saya bengkak di hari pertama. Tapi Alhamdulillah bisa lakukan 3 hari full sendiri,” jelasnya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Sabtu, (14/9/2019).

Dila Rahayu bersama jemaah haji asal Kabupaten Bone lainnya saat penerimaan Kloter 38 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Sabtu, (14/9/2019). (Foto : Sule)

Kini Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Makassar ini telah berada di tanah air. Dirinya berharap bisa menjaga kemabruran hajinya saat kembali ke kampung halaman, Kabupaten Bone.

Baca Juga:  Kloter 19 Tiba, Beberapa Jemaah Haji Digendong Turun dari Bus

Dila mengaku akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah menyandang predikat haji. “Semoga bisa menjadi haji mabrur dan bisa lebih baik lagi dari sebelumnya,” harapnya. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.