INIPASTI.COM, BONE – Kehadiran Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman di Kabupaten Bone untuk melakukan panen pedet (anakan sapi,red), dimanfaatkan oleh Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi untuk meminta perhatian di dua sektor yaitu Pertanian dan Peternakan.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah penghasil sapi potong terbesar di Indonesia, saat ini populasi yang dimiliki mencapai 364 ribu ekor sapi. Ini di luar dari sapi dengan program Inseminasi Buatan yang digalakkan.
Ia menambahkan, sebagai salah satu daerah penghasil sapi potong, pihaknya berupaya terus meningkatkan populasi yang ada. Apalagi daerahnya sebagai pemasok di beberapa daerah, antara lain Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.
“Sampai saat ini, semua program berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Namun memang ada beberapa yang harus diperhatikan oleh Pak Menteri Pertanian,” kata Fashar, di Lapangan Sepakbola Desa Hulo Kecamatan Kahu Bone, Jumat (14/10).
Ia mencontohkan, masih kurangnya tenaga inseminator. Padahal hasil konsultasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, minimal harus ada 150 inseminator. Jadi satu inseminator bisa membawahi beberapa desa.
“Inseminator terlatih saat ini sangat kurang, sehingga memang harus ditambah. Selain itu harus ada perbaikan juga pada sarana dan prasarana termasuk tempat untuk menyimpan semen beku (cairan sperma) karena sampai saat kami hanya memiliki 40 kontainer,” ujar Fashar.
Fashar pun berharap agar pemerintah pusat dapat memperhatikan ini. Termasuk masalah irigasi untuk menunjang sektor pertanian dan peningkatan bendung menjadi bendungan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, pihaknya selalu berkomitmen dalam meningkatkan produksi pertanian dan peternakan terutama di daerah.
Menurutnya , apa yang menjadi permintaan Kabupaten Bone akan tetap diperhatikan namun semua akan disesuaikan. “Inikan harus dibagi lagi di daerah lain. Tidak semua bisa dibawa ke sini.” ungkapnya.(*)
Baca juga :Panen 1000 Sapi IB, Pemprov Sulsel Raup Rp 7 Miliar
//










