Buruan Daftar! Kemenag Butuh Petugas Haji Tahun 2020, Ini Jenjangnya

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Musim Haji tahun 2020 ini sudah dekat. Berbagai persiapan dan proses pelaksanaan sudah mulai dikerjakan. Salah satunya, Kementerian Agama RI mulai membuka rekrutmen petugas penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2020 tingkat daerah, tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Proses rekrutmen ini dilakukan secara berjenjang dan transparan, guna mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen dalam penyelenggaraan ibadah haji. 

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel  Solihin Syamsuddin di Ruang Kerjanya, Jumat, (24/1/2020). 

“Rekrutmen petugas haji kita lakukan secara berjenjang. Untuk tingkat Kabupaten/Kota, pendaftaran sudah mulai dibuka sejak 20 hingga 29 Januari 2020,” jelas Solihin

Selanjutnya, menurut Solihin, peserta yang lulus seleksi administrasi di tingkat kabupaten/kota akan diumumkan pada 31 Januari 2020. “Mereka kemudian akan mengikuti tes kompetensi tingkat pertama di kabupaten/kota pada 4 Februari 2020,” tuturnya lagi. 

Baca Juga:  Menag Serukan Umat Islam Doakan Muslim di Myanmar

“Peserta yang lolos seleksi di kabupaten/kota, berhak mengikuti seleksi di tingkat Kanwil yang akan dilakukan pada 13 Februari 2020,” imbuhnya.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel Kaswad Sartono menjelaskan bahwa bila kuota tahun 2020 ini sama dengan tahun kemarin, berarti jumlah kuota untuk Embarkasi Makassar (terdiri dari 8 Provinsi di Indonesia Timur) sebanyak 15.736 orang JCH.

“Dan khusus Provinsi Sulawesi Selatan tetap berada pada angka 7.296 Jemaah Calon Haji. Dari jumlah JCH tersebut  artinya Sulsel butuh 32 orang Petugas Haji Kloter dengan Rincian 16 orang Ketua Kloter (TPHI) dan 16 Orang TPIHI (Pembimbing Ibadah) dari total 70 orang se-Embarkasi Makassar,” papar Ketua Forum Kabid PHU se-Indonesia ini.

Menanggapi soal rekruitmen petugas haji, Kaswad mengemukakan bahwa prosesnya mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk rekrutmen petugas haji tahun 2020 ini ada beberapa perubahan mendasar, antara lain pertama sistem CAT dimulai sejak di tingkat Kemenag kabupaten/kota; kedua untuk pembimbing kloter (TPIHI) disyaratkan sudah memiliki sertifikat pembimbing haji; ketiga rekrutmen Petugas Haji Daerah (pengganti istilah TPHD,red) dilaksanakan oleh Kemenag dengan tetap berkoordinasi dengan Pemda,” tambah Kaswad.

Baca Juga:  Lantik PPIH Embarkasi Makassar, Ini Pesan Menag RI

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa rekruitmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1441H/2020M dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Dia juga mengharapkan agar  petugas haji yang terpilih adalah mereka yang amanah dan bertanggung jawab.

“Pilih dan utamakan petugas yang memiliki sifat amanah, tanggung jawab, serta memiliki rasa kebersamaan dan secara khusus Bapak Menag RI berpesan agar petugas haji terbebas dari unsur yang mengarah pada ekstremisme dalam beragama,” ungkap Anwar.

Anwar Abubakar menilai, petugas haji memegang peranan penting dalam proses pembinaan, pelayanan dan perlindungan jemaah haji yang berdampak langsung pada kepuasan jemaah. “Prestasi yang telah dicapai selama ini, tidak terlepas dari kinerja petugas haji. Karenanya, prestasi itu harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pintanya. (rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.