INIPASTI.COM, MAKASSAR – Panjangnya daftar tunggu haji membuat sebagian besar kepala daerah berfikir keras. Khususnya pada wilayah Sulselbara yang masa tunggu hajinya mencapai 36 tahun. Berawal dari kasus ‘Haji Filipina’ tahun lalu, kerjasama antara negara-negara Asean mulai diusulkan. Usulan itulah yang kembali digaungkan oleh Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Andi Ali Baal Masdar (ABM).
“Jemaah haji Asean harusnya bisa terkoordinir secara baik. Misalkan kalau di Filipina jemaah hajinya kurang, jemaah haji Indonesia bisa di-drop ke sana. Malaysia kuotanya banyak, drop ke sana kita punya jemaah,” ujarnya saat ditemui tim inipasti.com di Asrama Haji Sudiang, Jum’at, (11/8/2017).
ABM sangat ingin kerjasama tersebut cepat terealisasi. Pasalnya, dari informasi yang ia dapat, baru-baru ini kembali adanya Jemaah Calon Haji (JCH) yang ingin berangkat dengan menggunakan visa ziarah. “Kita tidak boleh membiarkan jemaah haji kita ‘liar’ begitu,” tekannya.
Olehnya itu, ia berharap pemerintah tidak memikirkan masalah pemasukan bagi negara saja. Yang terpenting menurutnya adalah menjaga niat mereka agar tidak mencari jalan pintas untuk berhaji. “Yang harus kita pikirkan niat jemaah kita yang ingin berangkat ke tanah suci. Jangan yang dipikirkan uangnya. Jangan sampai pemerintah berfikir bahwa kalau berangkat di negara lain uangnya masuk di negara sana, kita tidak dapat. Akhirnya kita tidak mau, akhirnya antrian panjang. Tidak boleh begitu,” urainya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Abd Wahid Thahir mengatakan bahwa usulan tersebut belum ada kepastian tentang kerja sama Asean tersebut. “Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk itu. Tapi kami selalu berusaha untuk menambah kuota haji,” jelasnya. (Sule)










