INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dai atau pendakwah tentu sudah memiliki pengetahuan terkait halal dan haram atau benar tidak pada persoalan agama. Dalam hal kesehatan, khususnya masalah HIV/AIDS, Dai pun perlu dibekali pemahaman akan bahaya dan cara menanggulanginya.
Untuk itu, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Makassar menggelar Pelatihan Dai Peduli AIDS. Sebanyak 50 Dai diberi pelatihan terkait bahaya dan penyebarluasan penyakit HIV/AIDS, di Hotel Jolin, Jl Pengayoman, Selasa (1/11).
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, Dai merupakan penyuluh agama islam yang memiliki kewajiban mendakwahkan islam, menyampaikan penerangan agama, dan mendidik masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama.
Fungsi inilah, tambah Deng Ical- sapaan akrab Syamsu Rizal, yang harus dimanfaatkan dengan memberikan pelatihan dan pemahaman kepada para Dai tentang bahaya penyakit HIV, cara penularannya, dan mengantisipasinya.
“Sehingga ketika para Dai kita turun, mereka bisa menyebarkan dan mendidik masyarakat untuk menjauhi segala potensi penyebarluasan penyakit ini,” kata Deng Ical.
Deng Ical yang juga Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar ini mengungkapkan, terdapat 5.476 warga makassar positif terindikasi HIV/AIDS. Angka tersebut dinilai relatif masih kecil, mengingat hanya sebagian kecil warga yang berani melakukan pemeriksaan darah.
“Banyak yang belum terdeteksi. Ada suami yang nakal pergi selingkuh, penyakitnya menularmi ke rumah, kan kasian kodong keluargata. Maka peran Dai inilah yang kita optimalkan dengan memberikan penyadaran ke tengah masyarakat tentang bahaya penyakit AIDS,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Deng Ical berharap pelatihan tersebut melahirkan rumusan ide yang bisa digunakan bersama dan terjalin sinergitas antara Pemerintah Kota, KPA, Departemen Agama, para Dai, dan tokoh masyarakat untuk melakukan pembinaan ke masyarakat mengenai bahaya AIDS yang dapat merusak nilai-nilai kultural adat, budaya, dan peradaban.
Senada, Sekretaris KPA Makassar, Mawady mengungkapkan, Dai merupakan elemen yang paling aktif bersentuhan dengan masyarakat.
“Apa yang didapatkan melalui pelatihan ini, diharapkan dapat disebarluaskan kembali kepada masyarakat. Terkhusus pentingnya setia kepada setiap pasangan,” kata Mawardy.
Hadir pula sebagai pemateri pada pelatihan tersebut Sekretaris MUI Makassar, H Maskur Yusuf.(*)
Baca juga : Tak Mau Sakit, Warga Toddopuli Tolak Pembangunan Rumah Sakit
//










