INIPASTI.COM, MAKASSAR – Indonesia Indicator melakukan sebuah survei untuk mengetahui tingkat popularitas wali kota se-Indonesia. Tingkat popularitas wali kota diukur berdasarkan jumlah pemberitaan yang dimuat oleh media massa dalam kurun satu tahun atau sepanjang tahun 2016. Berdasarkan hasil survei tersebut, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menempati urutan ketiga wali kota paling populer se-Indonesia .
Baca juga :Danny Ciptakan Program Infrastruktur Berkelas Dunia
Hasil survei Indonesia Indicator menempatkan Danny bersama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai tiga besar wali kota terpopuler di tanah air. Pemberitaan Wali Kota Danny dimuat sebanyak 12.867 berita dalam setahun yang jika dirata-ratakan sebanyak 35 berita dalam satu hari mengenai orang nomor satu Makassar itu.
Popularitas Danny tentunya ditunjang oleh performanya selama hampir tiga tahun memimpin Kota Makassar. Sejumlah inovasi dan program unggulan diluncurkan oleh wali kota pemegang sertifikat tertinggi bidang arsitektur kota itu. Bahkan beberapa inovasinya menjadi pionir dan diadaptasi oleh pemerintah pusat seperti Kartu Anak Makassar, Lorong KB, Bank Sampah Induk, dan Telemedicine. Apalagi semua inovasinya sangat menunjang pembangunan ekonomi di Makassar.
Menanggapi dirinya masuk dalam daftar wali kota terpopuler, Danny Pomanto mengatakan bahwa dirinya hanya bekerja untuk rakyat tanpa mengejar popularitas semata. “Kita bekerja untuk rakyat bukan semata mengejar popularitas, kalaupun hasil survei menunjukkan begitu (populer ketiga,red), itu sebagai penanda kerja kita telah berada di jalur yang tepat dan mendapatkan respon positif,” jelasnya, Jumat (30/12)
Hal yang utama menurutnya, seluruh jajaran pemerintah kota tetap solid merealisasikan program dan kebijakan pemerintah kota sehingga harapan Makassar Dua Kali Tambah Baik dapat tercapai.
Indonesia Indicator atau I2 adalah perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan perangkat lunak Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan). Teknologi yang mereka buat disebut dengan Intelligence Media Management (IMM). Memungkinkan mereka menyaring dan memonitor pemberitaan serta perbincangan lebih 1.000 media online (nasional dan internasional), lebih 70 media cetak (lokal dan nasional), televisi nasional, dan media sosial.
IMM merupakan sistem otomatis yang bekerja 24 jam/7 hari secara real-time, dengan robot yang dapat membantu menganalisis indikasi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan di Indonesia berdasarkan pemberitaan media (media mapping). Isu-isu terkini, tren, influencer (untuk mengetahui siapa kawan, siapa lawan), media share, sentimen, hingga penentuan isu terpenting, dapat ditemukan secara cepat dan langsung diolah dengan akurat oleh para analis tim I2.(*)
Baca juga :Empat Penghargaan Buktikan Makassar Kota Ramah Anak
//










