INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dana Alokasi Umum (DAU) masih menyisakan polemik. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Latif menilai, penambahan dana tidak dapat dilakukan saat ini.
Ia menjelaskan, jika DAU yang kurang diterima Sulsel salah satu penyebabnya karena adanya ketidaksesuaian data yang diterima oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Masalah ini sudah dibahas dan untuk mengatasinya akan diusulkan pada Anggaran Perubahan (APBN-P) 2017.
“Setelah kami mencocokkan data, mereka (Kemenkeu, red) kurang datanya. Apalagi mereka hanya punya data dari Kementerian Pendidikan saja, itupun tidak semuanya,” ujar Latif, Kamis (24/11) di ruangan kerjanya.
Pihaknya telah mencocokkan di mana letak kesalahannya, yaitu ketidakakuratan data jumlah tambahan PNS. Ia menyebutkan, DAU untuk semua daerah telah habis dibagikan sehingga tidak bisa mendapatkan tambahan.
“Saya rasa dengan kondisi seperti ini, tambahan DAU sepertinya tidak mungkin. Solusinya menunggu di anggaran perubahan, kalau dapat tambahan DAU,” kata Latif.
Latif menyatakan, dirinya akan bersurat pada kementerian atau lembaga yang mengurusi masalah pendataan tersebut, bahwa datanya harus sama.”Kami sudah antisipasi, dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian, dan yang pertama harus gaji duluan. Jadi yang lain terpaksa harus kita kurangi. Hampir seluruh SKPD turun anggarannya,” terangnya lebih jauh.(*)
Baca juga : Menunggu Kejelasan DAU Sulsel dari Pemerintah Pusat
//










