INIPASTI.COM, MAKASSAR – Defisitnya Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp700 miliar, membuat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang khawatir akan berdampak pada kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemprov Sulsel.
“Sekarang pasti akan berpengaruh, apalagi untuk bayar gaji saja kurang Rp700 miliar. Artinya anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan bisa dialokasikan ke sana dulu. Tapi sudah ada janji akan diganti,” kata Agus, ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/11).
Namun, Agus tetap meyakini, masalah ini tidak boleh mengganggu rencana kerja dan harus tetap membangun dengan anggaran yang ada. Bahkan ada beberapa target yang harus direvisi.
“Anggaran yang ada akan dimaksimalkan. Kalau kemudian ada target, terpaksa harus diturunkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman menyebutkan, peningkatan DAU 2017 tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pegawai. Pada tahun 2016, DAU Sulsel sebesar Rp1,3 triliun untuk 10 ribu pegawai. Tahun 2017, DAU Sulsel hanya Rp2,2 triliun dengan penambahan 17 ribu pegawai.
“Khusus gaji saja, dibutuhkan DAU Rp2,9 triliun, sehingga ada kekurangan sekitar Rp700 miliar. Jika tidak ada tambahan, maka kita akan menutupi dari dana Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Jufri.(*)
Baca juga : Data Tak Sesuai Penyebab DAU yang Kurang
//










