Demokrat Terapkan Strategi Kompensasi Suara Untuk Caleg

Ketua Demokrat Sulsel, Ni'matullah.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel akan menggelar orientasi bagi calegnya yang bertarung di Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Orientasi ini bakal dihadiri sekitar 900 caleg Demokrat baik dari tingkat pusat hingga Kabupaten/Kota se Sulsel.

“Awal bulan depan (November) kita gelar orientasi caleg. Caleg DPRD Provinsi yang akan hadir 85 orang, 800 Caleg Kabupaten/Kota dan 24 Caleg DPR RI, jadi hampir sekitar 900 orang,” kata Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 17 Oktober 2018.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menjelaskan dalam orientasi ini akan dibahas yakni singkronisasi gerakan bagi DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Serta bahas penyampaian target partai.

Baca Juga:  Dua Caleg Petahana DPR RI Bersaing Ketat di Dapil Sulsel 1

“Mungkin DPP, Pramono Edhie Wibowo akan membawa materi terkait partai Demokrat. Karena banyak caleg baru, jadi mereka harus paham partai Demokrat yang berbeda dengan partai lain,” ujar Ulla sapaan akrab Ni’matullah.

Selain, kata dia, semua caleg Demokrat akan melakukan penandatanganan pakta integritas dan komitmen soal strategi kompensasi suara bagi Caleg.

Kompensasi suara ini kata dia, sebagai strategi akumulasi suara untuk memenuhi target perolehan kursi di DPR RI dan DPRD. Dengan cara semua suara caleg yang berpotensi meraih perolahan kursi akan diakumulasi.

“Jadi caleg yang memiliki suara akan digabung akan terpenuhi kursi. Tapi yang tidak terpilih akan mendapat gaji per bulan dari yang terpilih,” tuturnya.

Baca Juga:  Ulla: Tak Ada Caleg Pelengkap, Semua Punya Peluang Sama

Hal ini dilakukan untuk menghargai suara yang diperolah oleh caleg dan mengantisipasi agar kader tidak pindah ke partai lain. Karena tidak terpilih di Pileg.

“Tapi kalau Dia tetap dapat gaji dari Caleg terpilih pasti dia akan bertahan di Demokrat. Pasti juga yang dapat kompensasi pasti rajin ke partai,” jelasnya.

Namun yang menerima Kompensasi ini, kata dia dengan batas suara minimum tertentu yang diperoleh saat Pileg nanti.

(Muh Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.