INIPASTI.COM, MAKASSAR – PT Garuda Indonesia (Persero) tbk, melakukan kerja sama dengan empat perusahaan kargo. Kerja sama dalam rangka mendukung ekspor melalui jalur udara diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap komoditas di Sulsel.
Dalam pembukaan Garuda Travel Fair 2016, PT Garuda Indonesia melakukan MoU dengan empat perusahaan kargo, sebagai wujud peningkatan jalur perdagangan.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Achmad Habib menjelaskan kerja sama yang dilakukan akan memberikan keuntungan ekspor. Apalagi ini bisa menambah pangsa pasar komoditas andalan.
“Rata-rata komoditas yang diekspor inikan, dari hasil perikanan termasuk juga bunga krisan. Dengan penambahan kargo ini bisa mempercepat waktu artinya,” kata Achmad Habib, pada inipasti.com Sabtu (8/10).
Ia menyatakan saat ini untuk ekspor via udara, menggunakan tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Silk Air, dan Air Asia. Selama ini sangat tergantung dengan angkutannya. Biasanya hanya sekitar 20 -30 ton.
“Dengan space yang diberikan justru sampai 1000 ton, ini kesempatan buat eksportir, peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik,” paparnya.
Habib mengakui, dibandingkan ekspor melalui jalur udara, yang cukup besar memang masih via laut. Kecuali untuk komoditas yang harus cepat pengiriman seperti ikan tuna, bunga krisan dan sebagainya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan ini peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para eksportir, apalagi pihak Garuda Indonesia memberikan space cukup besar.
“Ini akan sangat bagus untuk teman-teman eksportir dan bisa dimanfaatkan apalagi dengan untuk pasar baru seperti Eropa dan Timur Tengah,” paparnya.
Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono mengungkapkan, kerja sama dengan empat perusahaan kargo ini adalah salah satu bentuk mendukung kegiatan ekspor. Apalagi potensi Indonesia Timur sangat besar. (*)
Baca juga : GATF 2016 Target Pengunjung 20.000 Orang
//










