INIPASTI.COM,MAKASSAR – Lampu hijau dari Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengandeng investor asing pada pembangunan rel Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar-Parepare, disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang berharap agar pemerintah pusat dapat membantu dalam mencarikan investor asing. Ia berkaca pada Kereta Api di Jawa yang pengerjannya melibatkan swasta, dan ia menganggap hal tersebut tentu bisa dilakukan di Sulsel.
“Bukan cuma Pemprov saja, tapi bersama dengan pemerintah pusat. Investor inikan tergantung dari kemampuan, makanya saya selalu mengatakan kalau pemerintah melihat dari sisi ekonomi saja, tentu kereta api di Jawa tidak fisible,” kata Agus, Kamis (22/12/2016) di Hotel Horison, usai menghadiri rapat koordinasi pengawasan.
Ia menambahkan, dirinya sudah bertemu dengan Direktur Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, usai kunjungan Menhub RI Budi Karya di proyek Kereta Api. Peluang swasta yang dibuka sangatlah bagus. “Mereka sudah bertanya, apa saja keunggulan Sulsel, yang dapat di promosikan untuk menggaet investor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Muhammad Yamin menjelaskan lampu hijau dari Kementerian Perhubungan merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Ini sangatlah bagus karena akan mempercepat penyelesaian proyek tersebut dan akan menguntungkan masyarakat Sulsel.
Namun, menurut Yamin, diperlukan satu kajian mendalam sehingga proyek tersebut bisa selesai tepat waktu, serta untung rugi ketika ini bekerja sama dengan investor.
“Tentu kami menyambut baik, tapi sejauh ini belum ada investor yang menyatakan ketertarikannya terhadap proyek Kereta Api Trans Sulawesi, mungkin Pemerintah Pusat, sudah memiliki calon investor,” paparnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, memberi lampu hijau melibatkan pihak swasta dalam membiayai proyek Kereta Api Trans Sulawesi, yang saat ini sementara dibangun tahap pertama rute Makassar-Parepare.
“Saya setuju, kalau memang ingin menggaet asing dalam pembiayaan Kereta Api Trans Sulawesi. Ini tetap memungkinkan,” kata Budi, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Investor Asing Belum Berminat Proyek KA Trans Sulawesi










