INIPASTI.COM, BARRU – Investor asing hingga saat ini, belum memperlihatkan minatnya berinvestasi pada pembangunan Rel Kereta Api Trans Sulawesi . Padahal, restu untuk menggandeng investor asing sudah dikantongi.
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi ketika mengunjungi proyek Rel Kereta Api di Barru, Selasa (20/12) menyebutkan, hingga saat ini, belum ada investor yang menyatakan berminat untuk proyek tersebut. Padahal, pemerintah membuka diri dengan keterlibatan swasta.
“Sampai saat ini belum ada investor yang melirik, kami pada dasarnya membuka diri keterlibatan swasta, tadi saya sempat berbincang dengan pak Hasdullah (Staf Ahli Gubernur, red), mengenai sistem pembiayaannya,” jelas Budi.
Baca juga : Lampu Hijau Bagi Investor Asing Biayai KA Trans Sulawesi
Selain masalah investor, Budi juga menceritakan perkembangan pengerjaan proyek kereta api tersebut. Saat ini, pengerjaan sudah mencapai 16 Km. Sementara, menyangkut pembiayaan, dananya tetap menggunakan APBN dan APBD sampai penyelesaian 2019. Ia berharap hingga tahun itu, sudah ada yang beroperasi.
“Apa yang dilihat ini memang suatu pekerjaan luar biasa. Artinya ini sudah memulai suatu proyek besar di Sulawesi, di luar Jawa dan Sumatera. Proyek ini harus segera selesai,” ungkapnya
Sistem pembiayaan, lanjut Budi, bisa berubah. “Bisa saja kita selesaikan dulu yang 30-40 Km, nanti pembiayaan selanjutnya dengan mengubah ke arah yang lebih ekonomis. Jadi bisa saja Rp5 triliun dari swasta dengan sistem cicilan, tapi proyek tetap berjalan,” ungkap Budi.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Sulsel, Andi Hasdullah menyatakan, pemerintah provinsi senantiasa mendukung program ini. Apalagi proyek ini menjadi kebanggan untuk kawasan Timur. Ia berharap pembangunan rel dapat segera selesai, sehingga pemanfaatannya bisa cepat dirasakan.(*)
Baca juga : Pembebasan Lahan KA Trans Sulawesi Segera Terbayarkan
//










