INIPASTI.COM, MAKASSAR – Angka konsumsi ikan perkapita demikian tinggi di Kota Makassar. Kota Daeng ini dikelilingi oleh laut dan terdiri atas pulau-pulau. Alasan itulah yang membuat Dirjend Program Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Nilanto Perbowo tak segan-segan mengucurkan anggaran untuk Sentra Kuliner Rajawali.
“Saat saya berkunjung ke pasar (Tempat Pelelangan Ikan/TPI,red) Rajawali. Kita tahu di dalam APBN kami, kami mengalokasikan anggaran pembangunan sentra kuliner. Dan Makassar kulinernya enak-enak terutama hasil lautnya,” jelasnya saat Peresmian Gedung Sentra Kuliner Rajawali di TPI Rajawali, Jum’at, (4/8/2017).
Nilanto juga menceritakan bahwa saat kunjungan itu, ia memantau TAPI Rajawali tersebut. Setelah menyaksikan secara langsung, ia pun mengaku langsung menanyakan apa saja yang dibutuhkan untuk sentra kuliner.
“Jadi, kami tambahkan dua ice pack mesin. Ini nilainya 500 juta kali dua berarti sedikitnya satu milyar langsung kita alokasikan untuk pasar rajawali. Semata-mata saya ingin memastikan bahwa ikan selalu dijaga mutunya. Harus didinginkan dengan es yang cukup,” ungkapnya.
Atas alokasi anggaran tersebut, ia berharap Kota Makassar bisa menjadi teladan bagi sentra kuliner lain yang ada di Indonesia. Tentunya, kata Nilanto, untuk menjaga kebersihan sentra kuliner tersebut. Ia mengimbau agar seluruh yang terkait dengan sentra kuliner ini diperbaiki agar tidak ada lagi bau dan air limbah yang mengendap.
“Makassar itu tempatnya ikan. Jagonya ikan. Rajanya ikan. Mestinya, mulai dari pasar, mulai dari sentra kulinernya untuk UKM, harus dijadikan teladan untuk nasional. Itulah latarbelakang kenapa saya seketika mengalokasikan anggaran 1 milyar lebih untuk ice pack ini,” tegasnya.
Nilanto menginginkan agar TPI Rajawali ini ditata sebaik mungkin agar pantas dikunjungi oleh siapapun. Dengan begitu, ia berharap Sentra Kuliner Rajawali itu menjadi tujuan wisata tambahan di Makassar. Yang lebih penting, tambahnya, hal itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar, khususnya para nelayan. (Sule).










