INIPASTI.COM, TAKALAR- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah memberikan akses kemudahan kredit terhadap 3.158 UMKM potensial di 24 kabupaten/kota. Untuk itu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta pengawasannya diperketat.
Menurutnya, dinas yang terkait atas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini tidak hanya melepas saja. Namun, harus memperhatikan sejumlah persyaratan, karena akan sangat riskan.
“Semua harus sesuai, sehingga penyaluran kredit tidak bermasalah. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) harus mengontrolnya, termasuk polisi dan kejaksaan,” kataSYL, usai menghadiri kegiatan Launching Gerakan Akses Kredit 3×1000 UMKM, di Takalar Kamis, (10/11).
Selain itu, SYL mengapresiasi gerakan ini karena dapat memberikan sumbangsih ekonomi. Apalagi setelah 2-3 bulan ke depan, para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya. Sebenarnya dirinya hanya meminta 1000 UMKM tapi yang ada 3x 1000.
“Saya menitip agar mereka jangan dilepas sendiri. Apalagi ini juga beresiko saat mengambil modal ke perbankan. Tapi dengan bimbingan usaha dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Bina Perekonomian Pemprov Sulsel, Sukarniaty Kondolele mengungkapkan, program fasilitasi akses kredit UMKM binaan Pemda dilakukan melalui dua pola. Pola pertama, Biro Bina Perekonomian selaku Sekretaris TPKAD menghimpun data informasi pelaku UMKM potensial binaan Pemda di 24 kabupaten/ kota. Data ini kemudian dikoordinasi bersama OJK Regional VI Sulampua dengan lima bank penyalur KUR untuk memperoleh fasilitas kredit.
“Pola kedua, atas himbauan OJK, perbankan proaktif berkoordinasi dengan Pemda di 24 kabupaten/kota untuk memperoleh rekomendasi UMKM potensial binaan Pemda di sektor pertanian dan perikanan,” jelas Sukarniaty.(*)
Baca juga : Rangsang Pelaku UMKM, Sulsel Siapkan 2,18 Triliun Rupiah
//










