Huawei Ecosystem berambisi merangkul banyak dukungan developer

Top Ad

INIPASTI.COM, Digadang-gadang sebagai alternatif dari Google Play Store, Huawei AppGallery berambisi menambah lebih banyak aplikasi dan merangkul lebih banyak dukungan developer.

Meski jumlah aplikasinya belum sebanyak Google, saat ini Huawei AppGallery menjadi toko aplikasi terbesar ketiga di dunia.

Hal ini tak lepas dari upaya Huawei yang sedang bekerja keras mengembangkan Huawei Mobile Services (HMS) untuk memperkuat posisinya dalam mengembangkan Huawei Ecosystem.

Dijelaskan Developer Technical Support Director Huawei Consumer Cloud Service APAC Li Guo Liang, HMS saat ini melayani pasar global lewat Huawei AppGallery, Huawei ID, Huawei Themes, Huawei Assistant, Huawei Mobile Cloud dan masih banyak lagi.

Hingga saat ini, HMS mencakup lebih dari 570 juta pengguna secara global di 170 negara dan wilayah. Sebagai akar dari Huawei Ecosystem, disebutkan Liang, HMS bertumbuh dengan mantap. Hal ini terutama dapat dilihat pada Huawei AppGallery.

Huawei AppGallery saat ini ketiga terbesar di dunia. Pre-loaded di semua perangkat Huawei, lebih dari 390 juta monthly active users (MAU), dengan total download 180 miliar kali setahun,” sebutnya di acara APAC Huawei Developer Day (AHDD) yang digelar di Singapura, 13 s/d 14 Nov 2019.

Baca Juga:  Heboh cuitan netizen soal pegawai minimarket, Wajib beli donat yang tak laku

Pencapaian ini didukung 1,07 juta developer Huawei. Saat ini memang baru 50 ribu aplikasi terintegrasi dengan HMS Core. Namun angka ini dipastikan bertambah seiring Huawei gencar meminta dukungan dari para developer untuk menyokong HMS.

Untuk mempertahankan tren kenaikan ini, HMS fokus pada pengembangan aplikasi dan layanan berkualitas tinggi untuk Huawei AppGallery, dengan mempertimbangkan pengalaman global yang konsisten dan fitur lokal unik yang tersedia untuk para pengguna.

“Kami saat ini mengambil pendekatan proaktif untuk menjangkau penyedia layanan elektronik, layanan keuangan, pendidikan, makanan dan minuman, hiburan dan gaya hidup di setiap negara, untuk meningkatkan konten platform kami secara progresif untuk memaksimalkan pengalaman mereka dengan Huawei,” simpulnya.

Sementara itu Karyawan Huawei mendapat kabar gembira. Perusahaan teknologi asal China itu memastikan menebar bonus dalam jumlah luar biasa besar, yaitu 2 miliar yuan atau di kisaran Rp 4 triliun.

Baca Juga:  HP pangkas 9000 pekerjanya secara global

Huawei menilai para karyawan berjasa besar hingga mereka dapat bertahan di tengah tekanan hebat pemerintah Amerika Serikat.

Seperti diketahui, AS memasukkan Huawei dalam blacklist sehingga sulit membeli komponen ataupun teknologi dari sana.
Tak cuma itu, Huawei yang mempekerjakan 190 ribu karyawan di seluruh dunia itu akan memberi dua kali gaji khusus pada bulan ini

Bonus besar terutama untuk divisi riset dan pengembangan serta divisi yang menggerakkan rantai distribusi. Pasalnya, mereka yang paling berperan membuat teknologi Huawei tetap terjaga serta memastikan produksi dan pengiriman gadget tetap lancar.

Huawei dikenai sanksi oleh AS sejak bulan Mei. Salah satu yang membuat mereka kesulitan adalah dilarang memakai aplikasi Google di ponsel Android buatannya.

Meski demikian, Huawei ternyata tetap mampu menjaga performa bisnisnya. Dalam laporan terbaru berbagai biro riset, mereka masih produsen smartphone terbesar kedua di dunia setelah Samsung.

Baca Juga:  Antara Donald Trump vs "Donald Trump"

Pada bulan lalu, Huawei mengumumkan perolehan pendapatan USD 86,8 miliar dan mengklaim telah mendapatkan 60 kontrak pembuatan jaringan 5G ((bs/syakhruddin).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.