Info Haji 2019 : Petugas Sita Barang Bawaan JCH yang Mudah Meledak

Security Bandara, Najamuddin memperlihatkan ke JCH bahwa parfum yang dibawa serta mudah terbakar. (Foto : Sule)

INIPASTI.COM, SUDIANG – Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) di Embarkasi Makassar sudah memasuki hari ke-11. 14 Kelompok Terbang (Kloter) telah diterbangkan menuju tanah suci.

Kloter 15 Embarkasi Makassar sementara bersiap untuk diberangkatkan. Sedangkan Kloter 16 asal Papua baru saja diterima secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar.

Saat pemeriksaan bagasi JCH Kloter 16, petugas menemukan barang bawaan yang mudah meledak. Barang tersebut berupa parfum yang mengandung gas atau body spray.

Pax and Bagg Handle PT Gapura Angkasa, Indar menjelaskan bahwa barang tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan. “Tentu parfum, apalagi yang mengandung gas, itu sangat berbahaya bagi penerbangan. Karena itu mudah meledak,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Rabu, (17/7/2019).

Baca Juga:  Rahasia Segar Bugar Jemaah Calon Haji Tertua Embarkasi Makassar

Ia pun mengimbau agar ke depan tidak ada lagi JCH yang membawa serta barang-barang yang bisa membahayakan penerbangan.

Selain parfum, ada pula barang bawaan JCH Kloter 16 yang seluruhnya berasal dari Papua ini nyaris disita oleh security bandara. Barang tersebut berupa madu dan cairan lainnya, serta power bank/ penyimpan daya. Namun, pihak security bandara mengembalikan barang tersebut ke JCH bersangkutan.

Khususnya power bank, Indar menjelaskan bahwa barang tersebut memang tidak diperbolehkan disimpan di bagasi. Ia mengatakan bahwa power bank bisa dibawa serta ke kabin pesawat, itu pun dalam ukuran di bawah 32000 MAh.

Baca Juga:  Serahkan CJH ke PPIH, Adnan Jadi Rebutan Jemaah

Sedangkan madu, dikembalikan karena JCH yang bersangkutan berjanji akan menghabiskan madu tersebut di Asrama Haji Sudiang. Salah satunya, Jusyadi yang mengaku membawa serta madu untuk dioleskan ke bibirnya.

“Saya bawa madu untuk dioles ke bibir agar tidak dehidrasi (bibir pecah-pecah,red). Tapi saya tidak tahu kalau madu tidak diperbolehkan dibawa. Jadi mau tidak mau saya akan habiskan di sini (Asrama Haji Sudiang,red),” ucapnya. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.