Iqbal Suhaeb Pantau Panen Cabai dan Sayur di Kawasan Peduli Inflasi

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengunjungi kawasan peduli inflasi yang terletak Kelurahan Timongan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Iqbal rutin memantau kawasan peduli inflasi untuk memastikan kestabilan harga, sebab kecenderungan dari beberapa kebutuhan umum untuk naik secara terus menerus.

Iqbal Suhaeb melihat proses panen cabai, tomat dan sayuran di dua kecamatan yakni Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Manggala, Sabtu, (12/10/2019).

Ini merupakan program pengendalian kawasan peduli inflasi pemerintah kota (pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan kerja sama dengan Bank Indonesia.

Di Kelurahan Timongan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Iqbal melakukan panen cabai bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) kelurahan Timongan Lompoa. Terlihat pula Camat Bontoala Syamsul Bahri.

Kata Iqbal, program pengendalian inflasi merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Makassar untuk tersedianya kestabilan harga cabai di Kota Makassar.

Baca Juga:  143 Peserta Berlaga di Kejuaraan Panjat Tebing

“Kita tahu salah satu produk yang sangat fluktuatif harganya saat ini adalah cabai, rangenya mulai dari belasan ribu sampe ratusan ribu per kilogramnya. Beberapa tempat malah cabai bisa per kilonya lebih dari seratus ribu jadi jangan kita sia-siakan pekarangan kita untuk dimanfaatkan menanam holtikultura apalagi saat panen lagi banyak, harganya sekitar belasan ribu,” ucapnya.

Selanjutnya, Iqbal menuju ke Kelurahan Bangkala RT 01/RW 07, Kecamatan Manggala. Di lokasi ini, Iqbal didampingi Camat Bangkala Ansar bersama KWT melakukan panen tanaman holtikultura berupa sayur bayam dan sawi. Begitu pun di RT 06/RW 05 Kelurahan Bangkala, Iqbal juga memanen cabai, sayur kangkung, dan bayam.

Baca Juga:  Pernyataan Sikap Wali Kota pada Pelantikan Anggota DPRD Kota Makassar

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Sri Susilawati mengatakan hasil dari budidaya yang dilakukan kepada Kelompok Wanita Tani dalam menekan laju inflasi khususnya pada tanaman holtikultura yakni dengan melakukan beberapa tahapan.

Lanjutnya, ada empat tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan budidaya ini, diantaranya melakukan sosialisasi perkenalan kepada KWT, penumbuhan dan pengembangan dengan melakukan pendampingan oleh penyuluh, dan tahap terakhir adalah kemandirian.

“Kita berharap dari empat tahap tersebut selanjutnya KWT dapat menjalankan budidaya secara mandiri tanpa kita bantu. Mereka sudah dapat merasakan hasilnya, mereka dapat terampil untuk berbudidaya sendiri. Apalagi saat ini mereka sudah memasarkan hasil produknya di toko-toko retail dan rumah-rumah makan,” tuturnya.

Baca Juga:  Iqbal Suhaeb Ajak Masyarakat Tanggulangi HIV/AIDS

(Resti Setiawati)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.