INIPASTI.COM, Kelompok Islamic State merilis foto senjata dan alat perlengkapan lainnya milik tentara As yang peralatan yang ditinggalkan setelah pertempuran di Afganistan.
Foto tersebut memperlihatkan pula kartu identitas tentara bernama Ryan Larson yang didapatkan pasca bentrokan di provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan.
Dalam gambar terlihat peluncur roket portable, radio, granat, dan perangkat lain yang biasanya tidak digunakan pasukan Afganistan.
AS mengakui kehilangan senjata namun berkeras tidak ada tentaranya yang tertangkap.
“Kami masih sedang bekerja untuk menentukan apakah semua perangkat yang ada di dalam gambar itu hilang dalam operasi yang dilakukan baru-baru ini atau hilang pada waktu yang lalu,” kata Brigjen Charles Cleveland kepada BBC.
Dalam pernyataan sebelumnya pada Minggu, juru bicara militer AS Commander Ron Flesvig mengatakan Specialist Larson telah “diperbantukan ke unit yang melakukan [operasi] kerja sama dengan pasukan Afganistan.”
“Hilangnya kartu identitas pribadi patut disayangkan,” tambahnya.
Sebuah pernyataan yang dirilis pada kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan IS tidak merinci kapan foto tersebut diambil, atau kapan peralatan milik Amerika itu dirampas.
Para koresponden mengatakan banyak ketidakpastian menyelimuti insiden itu, termasuk di dalamnya pertanyaan mengapa tentara AS begitu cepat meninggalkan wilayah tersebut atau apakah kekuatan IS di wilayah itu telah diremehkan.
Website Founderscode.com yang berbasis di AS mengatakan para pejuang IS merampas perlengkapan itu setelah berhasil memukul mundur serangan gabungan pasukan AS-Afganistan yang diperlengkapi tank dan bantuan udara besar-besaran. Bendera Amerika termasuk di antara barang yang disita, kata situs online itu.










