INIPASTI.COM, MAKASSAR – Aksi meminta Ahok dipidanakan karena kasus dugaan penistaan agama ternyata tak berakhir pada 4 November lalu. Beberapa organisasi Islam dan ulama telah mendengungkan akan membuat aksi yang lebih besar lagi di 25 November mendatang.
Menjelang aksi yang digelar sepuluh hari mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik meminta agar masyarakat bisa melalukan secara aman dan tertib. Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Asmanto Baso Lewa berharap aksi tersebut dapat berjalan dengan tertib, dan saling menjaga agar tidak terprovokasi.
“Sebenarnya, kita sudah buktikan kalau pada 4 November lalu aksi damai tetap terjaga,” kata Asmanto, saat dihubungi inipasti.com, Selasa (15/11).
Untuk itu, Asmanto mengimbau pada organisasi masyarakat yang ingin melakukan aksi dapat menjaga tetap berjalan aman sehingga tidak menganggu ketertiban.”Aksi boleh saja, semua orang bisa bebas berekpresi tapi jangan anarkis,” ungkapnya.
Pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dan menjaga aksi tetap damai. Asmanto menyebutkan saat ini koordinasi dengan pihak Forum Komunikasi daerah terus dilakukan, menjaga situasi dan mengantisipasi aksi yang akan dilakukan.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta rencana aksi yang ingin dilaksanakan pada 25 November mendatang, tidak dilakukan di sini. Apalagi, katanya, masalah ini hanya terjadi di Jakarta.
“Janganlah bawa-bawa ke sini, karena yang bermasalah itu di Jakarta,”kata SYL.(*)
Baca juga : SYL Minta Tidak Ada Aksi 25 November
//










