Jemaah Haji Bersaudara Terima Berkah Saat di Padang Arafah

Hamsiani (depan) bersama jemaah haji Kloter 30 asal Kota Makassar saat penerimaan kembali oleh PPIH Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu, (8/9/2019). (Foto : Sule)
Top Ad

INIPASTI.COM, SUDIANG – Hujan adalah berkah. Ungkapan ini merujuk pada Qur’an Surah Qaaf ayat 9 yang artinya, “Kami turunkan dari langit, air yang penuh keberkahan. Lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam”.

Demikian rujukan sehingga hujan bagi umat Islam disebut sebagai berkah. Apatah lagi hujan tersebut mengguyur daerah yang sangat jarang turun hujan. Seperti di Negara Arab Saudi.

Keberkahan itulah yang dirasakan oleh jemaah haji pada musim haji 1440 Hijriah ini. Hal itu kembali dipertegas oleh Jemaah Haji Kloter 30 Debarkasi Makassar, Hamsiani (25) saat tiba tanah air.

Baca Juga:  Sambut Jemaah Haji Sidrap, Kakanwil : Buktikan Kemabruran Haji Kalian

“Pas di Arafah, kami dapat berkah karena tiba-tiba turun hujan beberapa jam setelah wukuf. Memang angin kencang, tapi jemaah haji tetap tenang, karena memang hujan adalah berkah,” jelas putri dari H Lulu dan Hj Masita ini.

Hal itu pun dibenarkan oleh adiknya, Hartono (23). Bahkan dia menambahkan bahwa bukan hanya di Arafah, tapi juga keberkahan itu turun di Kota Mekah, bertepatan dengan wafatnya KH Maimun Zubair.

“Keberkahan itu juga kami rasakan di Mekah. Saat Mbah Moen meninggal dunia, hujan juga di sana,” ucap Hartono.

Baca Juga:  Lalui Perjalanan 18 Jam, Hal Ini yang akan dilakukan JCH Kloter 35

Keduanya yang kini telah berada di Kota Makassar, tanah kelahirannya, berharap agar bisa mempertahankan rutinitas ibadah yang selama ini dilakukan di tanah suci. Mereka bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

(Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.