Katy Perry Tunjukkan Totalitas Dukung Hillary Clinton

Penyanyi populer Katy Perry tampil mendukung Hillary Clinton pada kampanye di di Philadelphia, Pennsylvania, AS (5/11). (Foto : AFP)
Top Ad

INIPASTI.COM, AMERIKA SERIKAT – Pemilihan Presiden Amerika Serikat tinggal menghitung hari. Kampanye masih berlanjut. Kali ini keseruan diperlihatkan Hillary Clinton pada saat berkampanye bersama penyanyi Katy Perry, Sabtu (5/11).

Tanggal 8 November 2016 menjadi momen yang paling dinantikan bukan hanya warga Amerika, tetapi seluruh dunia. Calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dalam kampanyenya meluncurkan sebuah iklan untuk diputar di hampir selusin negara bagian, yang dikaitkan dengan lagu Katy Perry, Roar.

Dilansir dari laman bbc.com, Clinton kemudian muncul dengan Perry di sebuah kampanye di Philadelphia, Pennsylvania. Ia juga mendesak rakyat untuk menggunakan hak pilih.

“Ketika anak-anak dan cucu-cucu Anda menanyakan apa yang Anda lakukan pada 2016,” kata Clinton, “Saya ingin Anda bisa mengatakan, saya memilih untuk Amerika yang lebih baik, lebih kuat, lebih adil.”

Baca Juga:  Tak Akan Ada Monumen untuk Fidel Castro

Katy Perry, yang tampil ke panggung untuk menyanyikan lagu Nasty, mengatakan tak sabar menantikan hari pemilihan. “Selasa nanti akan menyenangkan,” katanya, “tapi Rabu akan menjadi lebih baik.”

Selain bernyanyi, Katy Perry juga menunjukan kostum panggungnya yang bertuliskan ” I’m with Madam President” kepada calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton sebelum tampil dalam kegiatan kampanye tersebut.

Katy memang menyatakan mendukung total Hillary Clinton. Bahkan ia pernah menyebutkan dalam twitternya, kalau akan datang ke bilik pemilihan tanpa menggunakan busana.

Baca Juga:  Kecelakaan Pesawat Renggut Nyawa Pemain Tim Chapecoense

Katy yang mengaku kalau orang tuanya adalah pendeta dan Republikan yang teguh, meminta warga Amerika Serikat untuk berpikiran terbuka dan menggunakan suara hak suaranya nanti.

Hingga saat ini, jajak pendapat menunjukkan Clinton masih unggul di negara-negara kunci. Tapi keunggulannya menipis menyusul pengumuman FBI minggu lalu bahwa mereka memeriksa email-email yang dapat terkait pada tindakannya menggunakan server email pribadi ketika menjadi Menteri Luar Negeri AS.(*)

Baca juga : Demokrat Tuduh Trump Intimidasi Pemilih Minoritas

//

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.