Kisah Haru Iwan Nursyah, Akhirnya Bertemu Keluarga Setelah 15 Tahun Terpisah (1)

Iwan Nursyah dan Ibunya, Hana. (Foto: BBC News Indonesia)

INIPASTI.COM, SABAH – Sebuah kisah nyata yang menguras emosi terjadi pada satu keluarga Indonesia, tepatnya berasal dari Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebuah keluarga yang harus menerima kenyataan pahit karena terpisah selama belasan tahun tanpa mengetahui keberadaan satu sama lain. Ibu harus terpisah dari anaknya, kakak dari adiknya. Bahkan satu di antara mereka tidak memiliki kewarganegaraan.

Dia adalah Iwan Nursyah (22). Pria kelahiran Sabah, Malaysia ini hidup tanpa kasih sayang seorang ibu selama 15 tahun. Bukan karena Sang Ibunda meninggal dunia, akan tetapi mereka terpisah dan lost contact sejak usia Iwan masih 6 tahun kala itu.

Inline Ad

Awal Mula Iwan Terpisah dari Keluarga

Berdasarkan liputan yang dilakukan oleh BBC News Indonesia, terungkap bahwa kisah haru Iwan ini bermula karena perceraian kedua orang tuanya. Saat ibu bapaknya bercerai, usia Iwan masih sangat kecil (balita) dan masih tinggal di Kota Sabah, Malaysia.

Baca Juga:  Plan Indonesia Distribusi 2020 paket Hygiene Kit

Saat Iwan berusia 6 tahun, Hana -ibu kandung Iwan- membawa pulang Iwan ke Kabupaten Bulukumba. Langkah itu diambil Hana agar Iwan bisa menempuh pendidikan formal. Itulah yang menjadi pertemuan terakhir antara ibu dan anak karena Hana bersama Ichal -ayah sambung Iwan- harus kembali ke Malaysia untuk mengais rezeki.

Setelah berusia 12 tahun, Iwan dibawa kembali ke Sabah oleh seorang calo TKI ilegal. Tak hanya Iwan, calo TKI yang menyalurkan Tenaga Kerja Indonesia tanpa dokumen resmi itu juga membawa serta ayah kandung Iwan. Iwan dan ayah kandungnya pun berkerja dan tinggal bersama di Malaysia, namun jauh dari lokasi ibunya menetap.

Baca Juga:  Lisda Hendrajoni, Perjuangankan Tambahan Anggaran Tali Asih Untuk Tagana Indonesia

Tinggal bersama ayah sendiri harusnya bisa merasa terayomi. Namun justru sebaliknya yang dirasakan oleh Iwan. Dia kerap mendapatkan perlakuan buruk dari ayah kandungnya sendiri. Iwan pun memutuskan untuk kabur.

“Saya selalu kena bully, jadi saya lari. Saya lari karena tidak tahan kena bully terus, kena pukul. Jadi terpaksa saya lari,” jelas Iwan.

Sejak saat itu, Iwan kehilangan kontak dengan ayah kandungnya. Iwan pun hidup sebatang kara, karena sebelumnya juga sudah kehilangan kontak dengan ibu kandungnya.

“Ya sedih teringat ibu. Ibu tak tahu ada di mana. Aku carinya tidak tahu harus ke mana,” ceritanya sambil meneteskan air mata.

Penantian panjang Iwan akhirnya terbayar, nantikan kisah pertemuan antara anak dan ibunya setelah berpisah belasan tahun. (Bersambung)

_Sule_

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.