Kisah Jemaah Haji Kendari, Masih Terbayang Ka’bah Hingga Nangis Saat Adzan Berkumandang

Jemaah haji Kendari, Rita Yanti (kanan) bersama sang ibu saat penerimaan kembali jemaah haji Kloter 23 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Selasa, (3/9/2019). (Foto : Sule)
Top Ad

INIPASTI.COM, SUDIANG – Air mata tak selamanya menunjukkan kesedihan seseorang. Tapi juga terkadang air mata mengalir, jatuh seketika ketika seseorang merasakan kebahagiaan yang begitu mendalam. Salah satunya saat meraih sesuatu yang sudah sekian lama diimpikan.

Air mata kebahagiaan inilah yang juga membasahi pipi Rita Yanti Alimuddin (23) dan ibunya, Misnah Jabere (51) ketika baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci. Dia yang tergabung dalam Kloter 23 Embarkasi Debarkasi Makassar, tiba di Kota Jeddah pada 24 Juli 2019 lalu.

“Tiba di tanah suci sudah nangis memang, apalagi saat lihat langsung Ka’bah, air mata saya semakin deras. Terharu akhirnya bisa kesampaian melihat langsung baitullah,” ujar Rita saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Selasa, 3 September 2019.

Baca Juga:  Kloter 4 Tiba, 2 Jemaah Haji Wafat

Kini, gadis kelahiran Kendari, 4 Desember 1995 telah kembali dari tanah suci. Rita mengaku masih terbayang-bayang keindahan ‘Rumah Allah’ itu. Hal itu akan menjadi pengalaman yang tidak bisa ia lupakan.

“Jangankan saat di Madinah, sampai sekarang masih terbayang baitullah,” ucap Alumnus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu yang sebelumnya berada 8-9 hari di Kota Madinah sebelum kembali ke tanah air.

Hal serupa juga dialami oleh Misnah yang tak lain adalah ibu Rita. Misnah mengungkapkan bahwa setiap kali mendengar adzan berkumandang, dia meneteskan air mata kerinduan terhadap baitullah.

Baca Juga:  Kloter 35 dan 40 Bakal Dua Kali Injak Madinah, JCH Diimbau Jaga Kebugaran

“Iya, kami masih terbayang. Mendengar adzan saja saya menangis,” singkat ibu 3 orang anak itu.

Keduanya kini berharap bisa mempertahankan ibadah yang telah mereka kerjakan selama 40 hari di tanah suci. Mereka bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya. 

Terkhusus bagi Rita yang baru saja diwisuda pada 29 Juli 2019 kemarin, berharap segera dipertemukan dengan jodohnya. Dia juga berkeinginan untuk melanjutkan studi S2. 

“Kemarin banyak yang nitip doa, minta dipertemukan dengan jodohnya. Kalau saya selain jodoh, sebenarnya mau lanjut S2,” tutup Alumnus SMA Negeri 1 Kendari ini. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.