INIPASTI.COM, SUDIANG – Salah seorang jemaah haji atas nama Sitti Atika Habang (64) masih harus tinggal di tanah suci. Jemaah haji asal Kabupaten Barru ini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit An-Noer, Mekkah. Padahal rombongannya di Kloter 5 telah tiba di tanah air pada hari ini, Jum’at, (31/8/2018).
Menurut dokter Kloter 5 Debarkasi Makassar Dr Fadhilah Ramdhani Radhy, Sitti Atika didiagnosis gagal jantung kongestif (congestive heart failure). Dia kemudian dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah.
“Diagnosis awal, ibu ini menderita congestive heart failure. Jadi kami tim dokter serahkan ke KKHI. Di KKHI diagnosisnya berubah jadi cardiac arrest (henti jantung,res) sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, An-Noer Mekkah,” jelas Dr Fadhilah saat tiba di Asrama Haji Sudiang.
Ia juga mengungkapkan bahwa Sitti Atika telah dirawat di rumah sakit sejak 24 Agustus lalu. Sitti Atika yang berangkat bersama kakak dan sepupunya itu pun harus ditinggalkan oleh rombongannya karena masih harus dirawat di ruang ICU.
“Dia berangkat dengan kakak kandung dan sepupunya, tapi kakak dan sepupunya itu ikut pulang ke tanah air karena ada petugas kesehatan Indonesia dan KKHI yang dampingi ibu Atika di sana,” jelasnya.
Selain Sitti Atika Habang, satu jemaah Kloter 5 lainnya juga sudah tidak bisa kembali ke tanah air. Jemaah asal Kabupaten Gowa atas nama Hadia Daeng Saming (73) telah terkubur di Makam Baqi. Almarhumah meninggal dunia pada 20 Juli 2018. (Baca selengkapnya : Innalillah, Satu JCH Meninggal Dunia Saat Tiba di Bandara Madinah)
Meski demikian, Kloter 5 Debarkasi Makassar ini tetap kembali dengan jumlah utuh 450 orang. Seat Sitti Atika diisi oleh Jufri Etang Bateng asal Kota Makassar eks Kloter 1. Sedangkan seat Hadia diisi oleh Muhammad Danial Anwar asal Sulbar eks Kloter 28. (Sule)










