Liang Wudong, Dokter Hubei Xinhua Hospital Berjuang di Garda Terdepan Meninggal Dunia

INIPASTI.COM,JAKARTA – Wabah virus corona terus menyebar dan para tenaga kesehatan di China masih berjuang untuk menanggulanginya.

Satu orang dokter bernama Liang Wudong yang aktif di garda terdepan menghadapi virus dilaporkan media setempat meninggal dunia.

Inline Ad

Halaman resmi China Global Television Network (CGTN) di Twitter menyebut Liang meninggal di usia (62 thn) karena ikut terinfeksi virus corona.

Menurut CGTN saat ini banyak tenaga kesehatan di China harus merelakan perayaan imlek demi bertugas di area karantina.

Laporan terakhir menyebut sudah lebih dari 1.000 orang dirawat dan 41 meninggal.

Seperti dilansir detiknews, wabah virus corona yang menghebohkan seluruh dunia. Tercatat hingga kini kasus virus corona telah menginfeksi 830 kasus di seluruh dunia dan 25 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga:  Imbas Corona, Serie A Memberlakukan Potongan Gaji Hingga 30 Persen untuk Pemain dan Pelatih

Lalu apakah virus corona berbahaya dan mematikan?

“Tidak (mematikan-red), apalagi ini bukan human corona sebenarnya. Kalau human corona rata-rata lebih agresif, lebih cepat meninggalnya, ini tidak,”

Sebut Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari RS Ciptomangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, saat dijumpai di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Sampai saat ini, tingkat mortalitas atau kematian akibat virus corona masih terbilang rendah. Dari sekian ratus pasien yang menjalani perawatan, persentase kematian masih rendah dan banyak pasien sudah dipulangkan atau rawat jalan.

Apabila dibandingkan dengan flu burung dengan jumlah kematian mencapai 87 persen dari pasien yang menjalani perawatan dan SARS sekitar 60 persen, virus 2019-nCoV masih terbilang jauh dari angka tersebut.

Baca Juga:  Tak Tahu Jumlah Warganya yang Dirawat akibat Virus Korona, Pejabat China di pecat

“Untuk nCoV itu kalau kita lihat nggak sampai 5 persen kematiannya dan itupun kematiannya tidak dapat dikaitkan langsung dengan virus ini karena diduga meninggalnya justru karena komorbid atau penyakit penyerta yang sudah ada di pasien,” kata dr Erlina Burhan, SpP, spesialis paru dari RS Pusat Persahabatan pada kesempatan yang sama.

Meski angka kematiannya cukup rendah, saat ini yang diwaspadai adalah penularannya. Mengingat mobilitas manusia saat ini cukup cepat yang membuat kasus infeksi makin tinggi (syakhruddin).

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.