Menjemput Rezeki

Oleh: Dr. H. Ade Mujhiyat

INIPASTI.COM, Pagi hari adalah waktu yang sangat istimewa dan paling baik untuk bekerja mencari rezeki. Rasulullah SAW mendoakan ummatnya secara khusus yang pada waktu pagi sudah menjalankan aktivitas.  Sebagaimana sabdanya, “Ya Allah berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah).

Inline Ad

Allah SWT menyuruh manusia agar selalu bergerak dan tidak berdiam diri dalam mencari rezeki. Karena rezeki tidak akan datang dengan sendirinya. Tetapi harus  dijemput dengan berjalan ke luar diiringi dengan usaha.

Manusia harus berusaha dengan bekerja nyata mengerahkan tenaga dan daya upaya untuk mendapatkan rezeki. Allah SWT memerintahkan agar manusia berjalan mencari rezeki sebagai karunia Allah di muka bumi. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Nya:
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15).

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu cara menjemput rezeki adalah kita harus berjalan di segala penjuru bumi. Tentu saja hal ini harus kita maknai bahwa salah satu sebab datangnya rezeki adalah dengan cara bergerak tidak diam. Bergerak dengan segala kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Atas dasar pengetahuan dan keterampilan.

Baca Juga:  [OPINI] Inilah Indonesiaku

Seseorang bebas memilih dan menentukan profesi apa saja untuk menghasilkan rezeki. Berdasarkan kemampuan akal, pikiran, kesempurnaan fisiknya yang telah Allah anugerahkan. Baik  sebagai guru, dokter, karyawan, pedagang, petani, nelayan dan sebagainya. Sehingga ia bisa meraih rezeki berdasarkan usaha dan profesinya tersebut. 

Allah SWT sangat senang ketika menyaksikan hambanya yang merasa kelelahan, karena bekerja mencari rezeki yang halal untuk mencukupi kehidupannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah SWT senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rezeki yang halal.” (HR. Ad Dailami)

Selain dengan kemampuan profesionalnya, manusia juga tentu harus mengetuk pintu langit dengan doa untuk meraih rezeki. Doa merupakan senjata ampuh yang dimiliki kaum muslimin. Allah SWT berfirman, “Mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.” (QS. Al-Ankabut: 17).

Sebagai hamba Allah, manusia dianjurkan untuk selalu berdoa setiap kali akan melakukan pekerjaan menjemput rezeki. Doa harus kita tempatkan di urutan pertama dalam mengawali aktifitas. Bahkan juga ketika kita mengakhiri sebuah pekerjaan. Setelah melakukannya dengan usaha nyata sekuat tenaga. Ada pepatah mengatakan, berdo’a tanpa berusaha adalah sia-sia, sementara usaha tanpa  dibarengi do’a adalah kesombongan.

Anjuran tentang pentingnya agar manusia selalu berdoa dan berikhtiar secara seimbang dan maksimal dalam rangka mencari rezeki, telah Allah tegaskan dalam Al-Quran. Sebagaimana firman-Nya: “Apabila telah ditunaikan shalat (Jumat), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan ingatlah kepada Allah dengan ingat yang banyak, agar kalian mendapatkan kebahagiaan.” (QS. Al-Jumu’ah: 10).

Baca Juga:  [Opini] Beras Busuk: Bukti Buruknya Kebijakan dan Egoisnya Penguasa

Ayat tersebut menyuruh kaum muslimin untuk bertebaran menjemput rezeki yang berkah sebagai karunia dari Allah, usai menunaikan kewajibannya melaksanakan shalat Jumat, beribadah menyembah Allah. Seraya terus diiringi dengan zikir yang banyak, tak putus-putus mengingat Allah. Sehingga dengan rezeki yang diraihnya tersebut, ia akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Semakin kita terus mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan yang utuh, maka Allah SWT akan menjamin rezeki yang penuh keberkahan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Nya:   “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(QS. At-Tholaq: 2-3).

Allah memiliki nama yang sangat indah, yaitu Ar-Razzaq. Yang berarti Maha Memberi Rezeki. Kita wajib meyakini, bahwa Allah lah yang menjamin rezeki semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini. Semua binatang melata dan manusia sebagai makhluk Allah paling sempurna, sudah terjamin rezekinya dalam catatan lauhul mahfuzd.

Baca Juga:  Mengukur Arena Politik IYL dan NH

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam menjemput rezeki, membukakan seluruh pintu-pintu sumber rezeki yang kita harapkan. Dengan segala bentuk ikhtiar profesi yang kita miliki, serta doa-doa yang selalu kita panjatkan. Sehingga kita bisa medapatkan rezeki yang berlimpah penuh berkah serta meraih  kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Insya Allah…

//Penulis, Pegiat Filantropi Sosial Kemanusiaan Tebar Amal Shaleh

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.