Mensos RI: Jangan Biarkan Anak Diurus Pembantu

Mensos RI (tengah) pada acara Deklarasi Gesit yang dirangkai dengan Peringatan Hari Ibu Nasional 2016, di Balai Prajurit Manunggal Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12). (Foto : Nasrullah)

INIPASTI.COM, MAKASSAR –Sesibuk  apapun  orangtua  atau ibu dalam  urusan pekerjaan, tetapi untuk urusan anak tetap menjadi tanggungjawabnya dan bukan diserahkan  kepada pembantu. Hal tersebut tegas dinyatakan Menteri Sosial RI, Hj Khofifah Indar Parawansa.

Ketua Umum PP Muslimat NU itu, menyampaikan hal ini ketika memberi sambutan pada acara Deklarasi Gerakan Sayang Ibu Tercinta (Gesit) yang dirangkai dengan Peringatan Hari Ibu Nasional 2016, di Balai Prajurit Manunggal Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12).

Inline Ad

Baca juga :55 Persen Kasus KDRT Pelakunya Perempuan

Baginya, Di luar pendidikan formal, Ibu sebagai madrasah  utama yang sangat menentukan kepribadian anak dalam kehidupannya, maka  seharusnya, perempuan tidak boleh melepaskan  peran dan tanggungjawabnya sebagai ibu dari anak – anaknya.

Baca Juga:  Beredar Undangan untuk Hadiri Doa Bersama di Surabaya, Khofifah: Saya Pastikan Surat Itu adalah Hoax

“Sesibuk apapun ibu di pekerjaannya haru ada waktu untuk anak.  Karena Ibu sangat menentukan kesuksesan masa depan  bagi anak – anaknya,” tandas istri dari Indar Parawansa ini.

Khofifah juga menyebutkan, bagaimana Rasulullah menempatkan sosok ibu sebagai yang utama. “Rasulullah pun ketika  ada yang tanya  siapa yang paling  pantas untuk dihormati, maka Rasullah menjawab  ibu dalam beberapa kali,” jelasnya.

Begitu menentukannya peran ibu di dalam kehidupan masa depan anak-anaknya, maka Ibu dihormati tidak sekadar karena dia yang melahirkan, tetapi memiliki dua keunggulan yakni, keunggulan kompetitif dan keunggulan komperatif.  Khofifah menggambarkan, sewaktu kita masih kecil, ibu kita sering  melagukan  dengan kalimat-kalimat yang sarat dengan doa – doa atau  dengan nilai-nilai kebaikan.

Baca Juga:  SYL Ungkap Rahasia 10 Tahun Tetap Harmonis Dengan Agus AN

Khofifah pun mengajukan pertanyaan kepada para hadirin yang berjumlah ratusan orang itu. “Berapa banyak  ibu-ibu  di zaman sekarang ini yang melakukan kebiasaan-kebiasaan  ini kepada anak-anaknya. Mungkin jawabannya  sudah langka,” paparnya.  Perempuan berusia 51 tahun itu berharap,  di momentum Hari Ibu  ini, agar kaum ibu  lebih  menguatkan  institusi keluargannya di dalam mewujudkan  keluarga  yang berkarakter keindonesiaan.(*)

Baca juga :Mensos: Didik Anak dengan Bacaan Alquran

//

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad